DaerahNewsPilihan Editor

3.786 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng, 16 Orang Dievakuasi

58
×

3.786 Pendaki Padati Gunung Bawakaraeng, 16 Orang Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki yang mengalami gangguan kesehatan saat mendaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

Kabarpublic.com – Tim Siaga SAR Khusus Merah Putih memperketat pengamanan kegiatan pendakian dan pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Siaga khusus yang berlangsung pada 15–18 Agustus 2026 tersebut melibatkan 295 personel gabungan dari Basarnas, komunitas SAR, relawan, hingga tenaga medis.

Ratusan personel ditempatkan di delapan titik strategis, termasuk kawasan puncak Gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma.

Penempatan ini dilakukan untuk mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat selama kegiatan pendakian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan jumlah pendaki yang telah melakukan registrasi hingga Senin (17/8/2026) sore mencapai 3.786 orang.

Baca juga:  Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025

“Jumlah tersebut tersebar di empat jalur perlintasan utama, yakni Pos Registrasi Bulu Balea sebanyak 2.033 orang, Tassoso 1.081 orang, Kanreapia 422 orang, dan Lembanna sebanyak 250 orang,” ujar Arif.

Lonjakan jumlah pendaki membuat kepadatan di sejumlah jalur terus menjadi perhatian tim SAR gabungan.

Kondisi medan serta cuaca pegunungan menjadi faktor yang perlu diantisipasi, terutama menjelang malam hari.

Seiring meningkatnya jumlah pengunjung, jumlah pendaki yang mengalami gangguan kesehatan maupun kendala fisik atau trouble juga bertambah.

“Hingga sore hari ini, jumlah pendaki yang mengalami gangguan kesehatan atau kendala fisik bertambah menjadi 16 orang,” kata Arif.

Baca juga:  Meriahkan HUT Ke-355 Sulsel, Luwu Utara Siap Sukseskan Jalan Sehat Serentak

Sebagian besar pendaki yang membutuhkan pertolongan mengalami gejala hipotermia akibat suhu dingin ekstrem, cedera kaki, hingga kelelahan fisik.

Jumlah tersebut meningkat dibanding penanganan pada Senin pagi. Sebelumnya, tim SAR telah mengevakuasi delapan pendaki dalam kondisi selamat menuju Posko Registrasi Bulu Balea.

Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan evakuasi secara bertahap terhadap pendaki yang membutuhkan bantuan.

Penanganan medis diberikan terlebih dahulu di posko darurat sebelum pendaki yang membutuhkan perawatan lebih lanjut dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat, termasuk Puskesmas Tinggi Moncong.

Basarnas memastikan alur evakuasi tetap berjalan optimal mengingat kondisi fisik pendaki berpotensi menurun akibat cuaca dingin dan kelelahan, khususnya menjelang malam.

Baca juga:  AgusWin Bagikan Kantong Belanja Ramah Lingkungan di Pasar Belopa dan Larompong

Arif Anwar juga mengimbau para pendaki agar mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri mencapai puncak apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.

“Kami mengimbau para pendaki agar selalu memantau kondisi fisik, melengkapi perlengkapan penahan dingin, serta segera beristirahat atau melapor ke titik siaga terdekat jika mulai merasakan gangguan kesehatan,” imbuhnya.

Operasi Siaga SAR Khusus Basarnas Makassar dipastikan tetap berlangsung penuh hingga penutupan pengamanan pada 18 Agustus 2026.

Tim SAR gabungan mengingatkan pendaki untuk tetap mengikuti arahan petugas, menjaga kondisi tubuh, serta segera meminta bantuan apabila mengalami kendala selama berada di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng. (**)