DaerahNewsPilihan Editor

Cegah Kekerasan Berbasis Gender, Luwu Perkuat Sinergi Lintas Sektor

9
×

Cegah Kekerasan Berbasis Gender, Luwu Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Multistakeholder membahas penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di Kabupaten Luwu.

Kabarpublic.com – Upaya mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender di Kabupaten Luwu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Multistakeholder yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, organisasi masyarakat sipil hingga pemerintah desa di Aula Hotel Belia Belopa, Kamis (1/10/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk memperkuat sinergi sekaligus menyusun langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender.

Selain itu, kegiatan tersebut membahas penguatan sistem layanan dan rujukan bagi korban.

Direktur LBH APIK Sulawesi Selatan, Rosmiati Sain, mengatakan pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender membutuhkan strategi serta komitmen bersama dari seluruh pihak.

Menurutnya, masih terdapat kesenjangan antara kasus kekerasan yang terjadi di tengah masyarakat dengan kasus yang tercatat pada lembaga penegak hukum.

Baca juga:  Rakor Pokja Bunda PAUD, Pemkab Luwu Dorong Mutu Pendidikan Anak Usia Dini

Karena itu, kata Rosmiati, koordinasi antarpihak perlu terus diperkuat agar setiap kasus dapat ditangani secara tepat.

Termasuk menghadapi kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang semakin menjadi perhatian.

Sementara itu, Manajer Program ELEVATE, Ni Nyoman Anna, menjelaskan bahwa melalui Program ELEVATE, Save the Children mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak perempuan dari berbagai bentuk kekerasan.

Dukungan tersebut dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pemberdayaan ekonomi keluarga.

Program ELEVATE juga telah mendorong pembentukan Satgas Desa untuk pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender di lima desa di Kabupaten Luwu.

Pembentukan Satgas Desa diharapkan dapat memperkuat deteksi dini sekaligus respons terhadap kasus kekerasan di tingkat komunitas.

Baca juga:  Nobar Prancis vs Spanyol, Bupati Luwu Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Sportivitas

Ni Nyoman mengatakan, korban kekerasan membutuhkan layanan yang komprehensif, mulai dari layanan medis, pendampingan psikososial, bantuan hukum, pemulihan hingga pemberdayaan ekonomi.

Karena itu, sistem rujukan yang mudah diakses, aman, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan korban perlu terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pihak.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu, Erham Lanco, mengapresiasi LBH APIK Sulawesi Selatan dan seluruh mitra Program ELEVATE atas dukungan dalam memperkuat perlindungan perempuan dan kelompok rentan di Kabupaten Luwu.

Erham menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam mencegah dan menangani kekerasan berbasis gender.

Menurutnya, diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga layanan, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, pemerintah desa, keluarga dan masyarakat.

Baca juga:  Bupati Luwu Sidak Pasar dan Tinjau Gerakan Pangan Murah, Upaya Tekan Inflasi Daerah

“Melalui kegiatan rapat koordinasi ini, saya berharap dapat terjalin sinergi yang semakin kuat untuk menyusun langkah-langkah strategis pencegahan dan penanganan kekerasan berbasis gender,” ujarnya.

“Kita perlu memperkuat sistem layanan, meningkatkan koordinasi antarinstansi, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta memastikan setiap korban mendapatkan pendampingan dan perlindungan yang sesuai,” tambah Erham.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Luwu Ahmad Gazali, Kepala DP3A Kabupaten Luwu Hj. Siti Hidayah Made, perwakilan Polres Luwu, Kejaksaan Negeri Luwu.

Turut hadir Pengadilan Negeri Belopa, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, organisasi masyarakat sipil, sejumlah kepala desa, serta perwakilan LBH APIK Sulawesi Selatan dan Save the Children. (**)