Lifestyle

Minum Kopi Saat Perut Kosong, Berbahaya atau Tidak?

2
×

Minum Kopi Saat Perut Kosong, Berbahaya atau Tidak?

Sebarkan artikel ini
Minuman Kopi (Ilustrasi).

Kabarpublic.com – Kopi menjadi salah satu minuman paling populer di dunia dan telah menjadi bagian dari rutinitas pagi banyak orang.

Tak sedikit yang memilih menyeruput secangkir kopi sesaat setelah bangun tidur, bahkan sebelum mengonsumsi makanan. Namun, benarkah kebiasaan minum kopi saat perut kosong dapat membahayakan kesehatan?

Kopi diketahui memiliki sejumlah manfaat, seperti meningkatkan energi, memperbaiki suasana hati (mood), meningkatkan fokus, serta membantu mengurangi rasa kantuk.

Karena manfaat tersebut, banyak orang menjadikan kopi sebagai minuman pertama di pagi hari.

Meski demikian, kebiasaan minum kopi saat perut kosong kerap memunculkan berbagai anggapan terkait dampaknya terhadap kesehatan. Berikut fakta medis yang perlu diketahui.

1. Benarkah Menyebabkan Gangguan Pencernaan?

Salah satu anggapan yang paling sering beredar adalah kopi dapat memicu gangguan pencernaan, seperti mual, mulas, sakit maag, hingga Irritable Bowel Syndrome (IBS) jika diminum saat perut kosong.

Baca juga:  25 Pelaku UMKM Dilatih Jadi Barista Profesional, Kopi Luwu Siap Bersaing

Dugaan tersebut muncul karena rasa pahit kopi dipercaya dapat merangsang produksi asam lambung.

Saat lambung tidak terisi makanan, asam lambung dikhawatirkan mengiritasi dinding lambung.

Namun hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang secara pasti menunjukkan bahwa minum kopi saat perut kosong secara langsung menyebabkan gangguan pencernaan pada orang yang sehat.

Meski begitu, pada sebagian orang yang sensitif terhadap kafein atau memiliki riwayat penyakit lambung, kopi memang dapat memicu keluhan pencernaan, baik diminum sebelum maupun sesudah makan.

2. Dapat Meningkatkan Hormon Stres

Kafein dalam kopi juga diketahui dapat meningkatkan kadar hormon kortisol, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, kadar gula darah, serta respons tubuh terhadap stres.

Baca juga:  Ini Tips Menikmati Sate dengan Aman Tanpa Khawatir Kesehatan

Secara alami, kadar kortisol memang meningkat saat seseorang baru bangun tidur. Mengonsumsi kopi dapat menyebabkan peningkatan sementara hormon tersebut.

Namun, penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kortisol tetap dapat terjadi meski kopi diminum setelah makan.

Artinya, efek ini tidak hanya terjadi ketika kopi dikonsumsi saat perut kosong.

Jika kadar kortisol terus-menerus tinggi dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati.

Batasi Konsumsi Kopi

Terlepas dari waktu mengonsumsinya, konsumsi kopi secara berlebihan tetap dapat menimbulkan berbagai efek samping, seperti: Sakit kepala atau migrain, Jantung berdebar, Insomnia atau sulit tidur. Gelisah dan cemas, Gangguan pencernaan pada sebagian orang.

Baca juga:  Anda Sering Minun Kopi? Ini Bahaya Kafein dan Cara Menguranginya!

Karena itu, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi maksimal sekitar 4 cangkir per hari atau setara dengan sekitar 400 miligram kafein untuk orang dewasa yang sehat.

Dengarkan Respons Tubuh

Hingga kini, sebagian besar penelitian menyebutkan bahwa minum kopi saat perut kosong tidak selalu berbahaya bagi setiap orang. Namun, respons setiap individu bisa berbeda.

Jika Anda merasa mengalami mual, nyeri lambung, mulas, atau keluhan lain setelah minum kopi sebelum makan, sebaiknya ubah kebiasaan tersebut dengan mengonsumsi makanan terlebih dahulu sebelum minum kopi.

Dengan mengenali respons tubuh dan mengonsumsi kopi dalam jumlah yang wajar, manfaat kopi tetap dapat dinikmati tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan. (**)