Lifestyle

Kenali Ciri-Ciri Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

2
×

Kenali Ciri-Ciri Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan atau stunting.

Kabarpublic.com – Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang anak yang terjadi akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang, baik sejak masa kehamilan maupun setelah anak lahir.

Selain kekurangan asupan gizi, stunting juga dapat dipengaruhi oleh infeksi yang terjadi berulang, seperti cacingan dan tuberkulosis (TBC).

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak hingga usia dewasa.

Karena itu, orang tua perlu mengenali tanda-tanda stunting agar dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.

Berikut sejumlah ciri yang perlu diperhatikan:

1. Tinggi badan lebih pendek

Salah satu tanda yang paling umum adalah tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak lain yang seusia.

Baca juga:  Anda Sering Minun Kopi? Ini Bahaya Kafein dan Cara Menguranginya!

Kondisi tersebut dapat terjadi karena kebutuhan nutrisi anak tidak terpenuhi dalam jangka panjang sehingga pertumbuhannya terhambat.

Namun, anak yang bertubuh pendek tidak selalu mengalami stunting.

Faktor genetik juga dapat memengaruhi tinggi badan. Anak dari orang tua yang bertubuh pendek bisa memiliki tinggi badan yang relatif sama meski pertumbuhannya normal.

2. Berat badan sulit meningkat

Kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat menyebabkan berat badan anak sulit bertambah atau bahkan mengalami penurunan.

Karena itu, pertumbuhan berat dan tinggi badan anak perlu dipantau secara rutin melalui Posyandu, Puskesmas, maupun dokter anak.

Pemantauan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) atau grafik pertumbuhan dapat membantu mengetahui apakah pertumbuhan anak sesuai dengan usianya.

Baca juga:  Berikut Manfaat Nutrisi Jamur Tiram, Salah Satunya Mendukung Kesehatan Jantung

3. Perkembangan otak dapat terganggu

Stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik.

Kekurangan nutrisi dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi perkembangan otak anak.

Dampaknya, anak dapat mengalami kesulitan dalam belajar, berpikir, maupun berkonsentrasi.

Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi perkembangan dan kemampuan akademiknya.

4. Anak mudah lelah

Anak yang mengalami kekurangan asupan nutrisi dan energi dapat terlihat lebih mudah lelah dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Anak mungkin tampak lebih sering mengantuk, lemas, kurang aktif, atau tidak bersemangat ketika bermain.

5. Lebih mudah sakit

Kekurangan gizi juga dapat memengaruhi daya tahan tubuh anak.

Baca juga:  Kenali Khasiat Jamu untuk Kesehatan Tubuh

Akibatnya, anak menjadi lebih rentan mengalami infeksi, baik akibat virus maupun bakteri.

Selain lebih mudah sakit, anak dengan kondisi kekurangan gizi juga dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.

Pentingnya Deteksi Dini

Orang tua perlu memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

Pemeriksaan tinggi badan, berat badan, serta perkembangan anak dapat dilakukan di Posyandu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Jika ditemukan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usia, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Deteksi dan penanganan sedini mungkin penting untuk memastikan anak mendapatkan kebutuhan gizi serta pendampingan yang sesuai. (**)