KPU Palopo Tetapkan Maskot Pilwalkot Palopo 2024, Berikut Maknanya!

Daerah, Headline, News320 Dilihat

PALOPO, KABARPUBLIC.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo menetapkan pemenang sayembara maskot untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024.

Sayembara maskot tersebut bagian dari tahapan sosialisasi sekaligus partisipasi masyarakat luas dalam mensukseskan tahapan pilkada Palopo 2024.

Komisioner KPU Palopo, Divisi SDM dan Sosdiklih, Abbas Djohan mengatakan jika sayembara maskot ini di ikuti oleh Sembilan peserta.

“Sementara 3 Peserta menjadi pemenang sayembara maskot Pilwalkot telah ditetapkan oleh KPU Palopo berdasarkan hasil Penilaian dewan Juri,” katanya.

“Maskot yang telah ditetapkan akan digunakan pada Pilkada Palopo, 27 November 2024 mendatang,” sambungnya.

Dewan Juri sayembara maskot untuk Pilwalkot Palopo.

Adapun Tiga dewan juri dalam sayembara maskot tersebut yakni Asram Jaya, Syafruddin Jalal dan Jefria Adi.

Berikut 3 Makna Maskot Pilwalkot Palopo Tahun 2024 yang menjadi Pemenang:

1. Maskot “ALO dan OLA” Oleh Sahra Anastasia Sadri

Alo merupakan fauna endemik Sulawesi yang ditemukan di Taman Wisata Alam Nanggala III, Kelurahan Battang Barat, Wara Barat, Kota Palopo. Oleh penduduk setempat, burung ini dikenal dengan nama ALO.

Oleh karena itu, penamaan maskot ini juga adalah ALO, diambil dari akronim Aspirasi Palopo yang berpasangan dengan karakter OLA dari akronim Demokrasi Langsung.

Karakter ALO berpasangan dengan OLA, yang mewakili gender pemilih, yang bermakna bahwa maskot ini adalah simbol aspirasi masyarakat Kota Palopo dalam melaksanakan Pilwalkot 2024.

Konsep karakter maskot ALO & OLA: terinspirasi dari burung Julang Sulawesi, salah satu fauna endemik Sulawesi dari jenis Rangkong. Burung ini ditemukan di Taman Wisata Alam Nanggala III di Kelurahan Battang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo.

Karakter ALO & OLA, digambarkan berpasangan sebagai simbol perwakilan gender pemilih yang terdiri dari pemilih pria dan wanita.

Ekspresi Ceria ALO & OLA: menampakkan ekspresi ceria, dengan menggenggam paku coblos di tangan kanan dan kertas suara di tangan kiri serta tanggal pelaksanaan 27 November 2024 bermakna kesiapan KPU Kota Palopo untuk mensukseskan Pilwalkot Palopo 2024.

Outfit: Menggunakan t-shirt untuk memberikan kesan milenial, dimana usia pemilih di didominasi oleh
milenial atau pemilih pemula.

Warna: Warna Putih pada t-shirt berloga KPU bermakna bahwa KPU sebagai penyelenggara akan senantiasa berlandaskan pada nilai-nilai murni UUD 1945, serta nilai-nilai kearifan lokal yang dilambangkan dengan corak khas Rongkong, sebagai salah satu anak suku di Tana Luwu.

2. Maskot SAPPO diambil dari akronim “Sukseskan Pilwalkot Palopo”, Oleh Sahra Anastasia Sadri

Dalam bahasa Luwu, SAPPO dapat diartikan sebagai SAUDARA. Ada dua karakter SAPPO ini untuk mewakili gender pemilih, masing-masing bernama SAPPOTA’ yang berarti Saudara Kita, dan SAPPOKI’ yang artinya Kita Saudara.

Makna penamaan ini, adalah agar pelaksanaan Pilwalkot Palopo senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan sesama putera-puteri daerah Tana Luwu yang berbangsa dan bertanah air Indonesia.

Konsep karakter maskot SAPPO terinspirasi dari bentuk Rumah Adat LangkanaE yang berfungsi sebagai istana Raja Luwu yang juga menjadi salah satu landmark Kota Palopo.

Maskot SAPPO dibalut dengan selendang berwarna kombinasi merah marun dan tortilla dengan corak Luwu yang sebagai simbol kearifan lokal yang menjunjung tinggi nilai Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge.

Maskot SAPPO nampak tersenyum lebar dengan mata berbinar bermakna keceriaan dalam menyambut pesta
demokrasi Pilwalkot Palopo Tahun 2024.

3. Maskot JAMIL “JAMINAN ADIL DAN MERDEKA DALAM PEMILU” Oleh Hajerum

Jaminan: Menekankan perlunya jaminan yang kuat terhadap integritas, transparansi, dan keadilan dalam setiap tahap pemilihan umum.

Adil: Mencerminkan prinsip bahwa setiap pemilih memiliki hak yang sama untuk dipilih dan dipilih tanpa diskriminasi atau keberpihakan.

Merdeka: Menunjukkan pentingnya kebebasan dalam berpartisipasi dalam pemilihan umum, baik sebagai pemilih maupun kandidat, tanpa tekanan atau intervensi yang tidak sah.

Pemilu: di mana setiap proses pemilu harus sesuai dengan undang-undang dan prinsip-prinsip demokrasi yang berlaku.

Makna atap pertama paling bawa Masjid Jami Palopo dapat dimaknai dengan prinsip-prinsip dasar yang mendasari fungsi dan peran KPU dalam memastikan proses demokrasi yang sehat, kredibel dan memastikan bahwa semua pemilih memiliki akses yang adil dan merata dalam proses pemilihan.

Atap kedua Masjid Jami Palopo yang melambangkan proses bertahap, transparansi, dan keterbukaan, memiliki korelasi erat dengan pentingnya pendidikan pemilih, keterlibatan aktif, dan transparansi dalam proses pemilihan umum.

Atap ketiga Masjid Jami Palopo yang melambangkan puncak spiritualitas dan integritas tertinggi dengan harapan dan standar yang harus dimiliki oleh bakal kandidat.

Mereka diharapkan memiliki visi yang jelas, integritas yang tinggi, kemampuan untuk membangun kepercayaan publik, kepemimpinan yang inspiratif, dedikasi untuk pelayanan publik, serta komitmen terhadap keadilan dan etika.

Warna abu-abu memiliki makna simbolis yang relevan dengan nilai-nilai seperti netralitas, keseimbangan, stabilitas, profesionalisme, keterbukaan, dan transparansi.

KPU, sebagai penyelenggara pemilu, harus mencerminkan nilai-nilai ini dalam setiap aspek tugasnya untuk memastikan bahwa proses pemilihan berjalan dengan lancar, adil, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *