Kabarpublic.com – Bupati Luwu, H. Patahudding, turun langsung meninjau kondisi areal persawahan petani yang mulai terancam kekeringan akibat kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino.
Dalam kunjungannya, Patahudding tidak hanya memantau kondisi sawah, tetapi juga langsung menginstruksikan jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Luwu untuk menyalurkan bantuan pompa air kepada kelompok tani yang terdampak.
Patahudding meninjau areal persawahan di Desa Pasamai, Kecamatan Belopa, dan wilayah sekitarnya.
Ia kemudian meminta pompa air segera digunakan untuk mengambil air dari Bendung Tomatoppe guna mengairi persawahan di Desa Cakkiawo dan Kasiwiang, Kecamatan Suli.
Didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, Kepala Bappelitbangda Luwu Moh. Arsal Arsyad, serta Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin, Patahudding juga meninjau areal persawahan petani di Desa Tallang Bulawang.
Di lokasi tersebut, pompa air langsung digunakan untuk mengairi sawah yang kondisi tanahnya mulai mengering.
“Cuaca El Nino yang menyebabkan kemarau membuat lahan persawahan petani kekurangan air. Hal ini perlu kita antisipasi karena sawah-sawah ini merupakan sumber pendapatan utama masyarakat kita,” ujar Patahudding.
“Untuk itu saya meninjau langsung dan Pemkab Luwu melalui Dinas Pertanian berupaya seoptimal mungkin membantu mengatasi kekeringan ini dengan memberikan bantuan pompa air,” tambahnya.
3.025 Hektare Sawah Terdampak
Plt Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, mengatakan saat ini tersedia dan sedang disalurkan sebanyak 18 unit mesin pompa air kepada kelompok tani yang areal persawahannya mengalami kekeringan.
Bantuan tersebut terdiri dari 5 unit pompa air dari pemerintah pusat dan 13 unit dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Selain bantuan yang telah tersedia, Bupati Luwu juga menginstruksikan penambahan bantuan pompa air untuk memperluas penanganan kekeringan.
“Bapak Bupati Luwu sudah menginstruksikan untuk dilakukan penambahan bantuan 20 unit mesin pompa air berukuran 3 inci dan 10 unit berukuran 6 inci. Insyaallah akan segera kita bagikan,” kata Islamuddin.
Islamuddin mengatakan, jajaran Dinas Pertanian Luwu terus melakukan pemantauan di lapangan dan mendata areal persawahan kelompok tani yang terdampak kekeringan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, tercatat 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu terdampak kekeringan akibat kondisi cuaca.
“Kami sudah mencatat ada 3.025,63 hektare lahan persawahan di Kabupaten Luwu yang terdampak cuaca El Nino dan mengalami kekeringan,” jelasnya.
Pemkab Luwu Tetapkan Status Siaga Kekeringan
Sekretaris BPBD Luwu, Aminuddin, mengatakan Pemkab Luwu telah menetapkan status siaga bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Penetapan tersebut tertuang dalam SK Nomor 396/VIII/2026 tentang Penetapan Status Siaga Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan, yang ditetapkan pada 6 Agustus 2026.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Luwu, Moh. Arsal Arsyad, mengatakan penetapan status siaga bencana kekeringan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan langkah penanganan untuk membantu masyarakat, khususnya petani.
Bupati Luwu, kata Arsal, telah menginstruksikan penggunaan alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Tahun Anggaran 2026 untuk penambahan bantuan pompa air bagi petani yang sawahnya mulai mengalami kekeringan.
“Bapak Bupati Luwu meminta seluruh OPD terkait untuk terus memantau perkembangan cuaca El Nino dan sejauh mana dampaknya terhadap areal persawahan petani di Kabupaten Luwu. Beliau berharap semua pihak mewaspadai dampak El Nino ini,” kata Arsal. (**)







