Kabarpublic.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu menggelar Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tahun 2026 di Aula Andi Kambo, Kabupaten Luwu, Rabu (12/8/2026).
Mengusung tema “Menyongsong Generasi Emas melalui Pendidikan Anak Usia Dini”, kegiatan tersebut diikuti satuan pendidikan TK dan PAUD se-Kabupaten Luwu.
Gebyar PAUD menjadi wadah bagi anak untuk mengembangkan potensi, kreativitas, keberanian, sekaligus membangun karakter sejak usia dini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Luwu, Ny. Hj. Kurniah Patahudding.
Dalam Gebyar PAUD 2026, terdapat tiga kategori lomba yang diikuti peserta dari berbagai satuan pendidikan.
Ketiganya yakni Fashion Show Daur Ulang dengan 40 peserta, Gerak dan Lagu sebanyak 20 tim, serta Hafalan Surah Pendek yang diikuti 55 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, mengatakan pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik.
Menurutnya, pembentukan karakter dan kebiasaan positif justru perlu ditanamkan sejak anak berada pada usia dini.
Ia pun mengajak para orang tua mendukung penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat dalam kehidupan sehari-hari.
Dukungan keluarga, kata dia, sangat diperlukan agar kebiasaan positif yang dibangun di lingkungan sekolah dapat diterapkan secara konsisten di rumah.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Luwu, Ny. Hj. Kurniah Patahudding, mengapresiasi pelaksanaan Gebyar PAUD, terutama lomba hafalan surah pendek.
Menurut Kurniah, kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak.
“Anak-anak kita perlu diperkenalkan dengan hafalan surah pendek karena ini menjadi salah satu pondasi untuk membiasakan mereka melaksanakan salat lima waktu,” ujarnya.
Selain aspek keagamaan, Kurniah menilai kegiatan seperti Gebyar PAUD juga memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar tampil dan membangun keberanian di depan umum.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam pembentukan karakter anak.
Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi seorang anak.
“Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Karena itu, kita harus memberikan contoh yang baik, mulai dari kedisiplinan, pola makan, hingga pendidikan dan kebiasaan sehari-hari,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap sinergi antara satuan pendidikan dan keluarga semakin kuat dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus Pokja PAUD, Ketua Dharma Wanita Persatuan Luwu Ny. Rafika Liakat Rudi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu Andi Palanggi, Kepala Bidang PAUD dan PNF Sugianto Musal, jajaran Dinas Pendidikan, para kepala satuan pendidikan, guru pendamping, orang tua, serta peserta didik TK dan PAUD se-Kabupaten Luwu. (**)







