DaerahNewsPilihan Editor

50 Mitra Binaan Pupuk Kaltim Dibekali Strategi Bisnis Berbasis AI

220
×

50 Mitra Binaan Pupuk Kaltim Dibekali Strategi Bisnis Berbasis AI

Sebarkan artikel ini

Kabarpublic.com – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membekali 50 mitra binaan dengan keterampilan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan efisiensi operasional, kreativitas, serta memperluas pemasaran di ranah digital.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK) dengan tema “Dapat Cuan Cepat dengan AI Lebih Hebat”.

Program ini menggandeng Media Wave Interaktif dan dilaksanakan melalui pembelajaran langsung atau hands-on menggunakan platform AI terintegrasi.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

Menurutnya, keterbatasan sumber daya masih menjadi salah satu tantangan bagi pelaku usaha kecil yang harus menangani berbagai aktivitas bisnis secara mandiri.

Baca juga:  Wamenkeu: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Ketidakpastian Global

“Mulai dari produksi, pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pencatatan keuangan. Karena itu, kami berupaya memastikan pelaku usaha binaan memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ujar Rezha saat membuka kegiatan di Grand Equator Hotel, Rabu (15/7/2026).

Rezha mengatakan GEMA UMK menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam pemberdayaan masyarakat.

Selain pendampingan kewirausahaan, program tersebut diarahkan untuk membekali pelaku usaha dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Selama dua hari, peserta mendapatkan materi praktis mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung pengembangan usaha.

Materi mencakup riset pasar berbasis AI, pembuatan konten pemasaran digital, pengembangan identitas merek (branding), optimalisasi media sosial, pengelolaan penjualan digital, hingga administrasi dan pembukuan usaha sederhana.

“Saat pelaku usaha mampu menggunakan teknologi secara optimal, peluang pun akan lebih terbuka. Penggunaan AI bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi memperkuat kemampuan pelaku usaha agar dapat bekerja lebih efektif,” jelas Rezha.

Baca juga:  Hadiri BCA Wealth Summit 2024, Menkeu Soroti Tantangan Ekonomi Domestik dan Global

Pupuk Kaltim menyatakan akan terus mengembangkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha mikro dan kecil melalui pelatihan, pendampingan, serta pengembangan kompetensi digital.

Mewakili Pemerintah Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM, Lukman, mengapresiasi program pemberdayaan yang dilakukan Pupuk Kaltim.

Menurutnya, GEMA UMK menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia industri dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta kemandirian masyarakat.

“Dunia usaha bergerak sangat cepat dan dinamis. Cara berjualan dan perilaku konsumen juga berubah, sehingga pelaku usaha harus ikut bertransformasi agar mampu meningkatkan peluang,” kata Lukman.

Baca juga:  Profil Arifatul Choiri Fauzi yang Terpilih sebagai Ketua PP Muslimat NU 2025-2030

Ia mengajak peserta memanfaatkan pelatihan tersebut untuk meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam mengembangkan usaha.

Lukman juga berharap program pemberdayaan Pupuk Kaltim dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil di Kota Bontang mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing.

Salah satu peserta, Haeruddin, mengaku mendapatkan wawasan baru dari pelatihan tersebut.

Ia menilai materi pemanfaatan AI dapat langsung diterapkan untuk mendukung promosi dan pemasaran produknya.

“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami bagaimana memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung promosi dan pengembangan usaha. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut karena manfaatnya sangat kami rasakan,” tutur Haeruddin (**)