DaerahNewsPilihan Editor

Tekan Stunting, Ketua TP-PKK Luwu Dorong Program PMT Berbasis Pangan Lokal

37
×

Tekan Stunting, Ketua TP-PKK Luwu Dorong Program PMT Berbasis Pangan Lokal

Sebarkan artikel ini
Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, saat mengahadiri Pertemuan Koordinasi Jejaring PMT Lokal.

Kabarpublic.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Hj. Kurniah Patahudding, mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi.

Upaya tersebut dibahas dalam Pertemuan Koordinasi Jejaring PMT Lokal yang digelar di Palopo Beach Hotel, Kota Palopo, Senin (19/10/2026).

Dalam sambutannya, Hj. Kurniah menegaskan bahwa pemenuhan gizi ibu hamil dan balita merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, TP-PKK, tenaga kesehatan, serta masyarakat.

Ia mendorong pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi, beragam, dan aman bagi keluarga.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengoptimalkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan pangan keluarga.

Ketua TP-PKK Kabupaten Luwu juga mengajak para ketua TP-PKK kecamatan hingga desa dan kelurahan untuk menjadi teladan dalam menerapkan kebiasaan tersebut sebelum mengajak masyarakat melakukannya.

Baca juga:  Rp12 Miliar Digelontorkan, Jembatan Salujambu-LawEwe Capai 93 Persen

“Kita harus mengawali dari diri sendiri terlebih dahulu, baru kemudian masyarakat melihat contohnya. Kalau ibu camat sudah melaksanakan, otomatis ibu desa juga akan mencontoh,” ujarnya.

Selain pemanfaatan pekarangan, Hj. Kurniah meminta dukungan pemerintah kecamatan untuk menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan, termasuk menertibkan hewan peliharaan yang berkeliaran.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata menjadi salah satu faktor pendukung kesehatan keluarga.

Ia berharap pertemuan koordinasi tersebut menghasilkan komitmen bersama, pembagian peran yang jelas, serta rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan hingga tingkat desa, kelurahan, dan keluarga.

“Mari kita bekerja dengan hati, bergerak dengan sinergi, dan memberikan yang terbaik untuk generasi penerus Kabupaten Luwu,” tuturnya sebelum secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Baca juga:  Pemkab Luwu Gandeng Unhas dan Perdatin, Tingkatkan Kesiapsiagaan Kesehatan Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, memaparkan data status gizi sebagai gambaran tantangan yang masih perlu ditangani bersama.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Kabupaten Luwu tercatat sebesar 23,6 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 21,5 persen.

Sementara itu, prevalensi wasting atau kondisi anak kurus dan sangat kurus tercatat sebesar 4,5 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 8,5 persen.

Adapun prevalensi anak dengan kondisi kelebihan berat badan (overweight) tercatat sebesar 4,2 persen, sedangkan prevalensi underweight atau berat badan di bawah standar mencapai 17,5 persen.

Baca juga:  Desa Seppong Jadi Pusat Penanaman Jagung Serentak di Kabupaten Luwu

Menurut dr. Rosnawary, data tersebut perlu menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat intervensi gizi yang tepat sasaran.

“Angka-angka ini harus menjadi pendorong sekaligus pekerjaan rumah bagi kita bersama. Tujuannya bukan sekadar menurunkan angka statistik, tetapi memastikan masyarakat, terutama bayi, balita, dan ibu hamil di Kabupaten Luwu, dapat hidup lebih sehat,” tegasnya.

Melalui pertemuan ini, jejaring kerja antara Dinas Kesehatan, TP-PKK, puskesmas, pemerintah kecamatan, serta pemerintah desa dan kelurahan diharapkan semakin kuat.

Kolaborasi tersebut diperlukan agar pelaksanaan PMT berbasis pangan lokal tidak hanya berfokus pada pemberian makanan tambahan, tetapi juga disertai edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan anak, dan pendampingan bagi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. (**)