DaerahNewsPilihan Editor

Panen Perdana Oplah di Luwu, Produktivitas Padi Capai 8,9 Ton per Hektare

44
×

Panen Perdana Oplah di Luwu, Produktivitas Padi Capai 8,9 Ton per Hektare

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu H. Patahudding bersama jajaran melakukan panen perdana program Optimalisasi Lahan (Oplah) di Desa Rante Damai.

Kabarpublic.com – Pemerintah Kabupaten Luwu terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah).

Upaya tersebut ditandai dengan panen perdana lahan reguler dan Oplah masa tanam April–September 2026 di Desa Rante Damai, Kecamatan Walenrang Timur, Kamis (17/9/2026).

Panen berlangsung di lahan yang dikelola Kelompok Tani Taman Harapan dengan menggunakan varietas padi Ciherang.

Berdasarkan laporan teknis Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, produktivitas riil pertanaman mencapai 8,9 ton per hektare, sementara hasil ubinan tercatat 11,2 ton per hektare.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Moch. Arsal Arsyad, mengatakan Kabupaten Luwu memperoleh program Oplah dari Kementerian Pertanian pada 2025.

Program tersebut mencakup optimalisasi lahan rawa seluas 1.708 hektare dan lahan nonrawa 861 hektare. Pelaksanaannya diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian, produktivitas serta indeks pertanaman (IP).

Baca juga:  Bocah 8 Tahun Korban Banjir Bandang Luwu Ditemukan Tim Sar Gabungan

“Tujuan utama kegiatan Oplah ini adalah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200, dengan target akhir mencapai IP 300,” ujar Moch. Arsal Arsyad.

Khusus di Kecamatan Walenrang Timur, program Oplah disebut telah meningkatkan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200. Capaian tersebut didukung kerja petani serta pendampingan penyuluh pertanian.

Bupati Luwu H. Patahudding meminta penyuluh pertanian dan kepala desa mengidentifikasi wilayah yang mengalami kekeringan. Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai target IP 300.

Baca juga:  Polres Palopo Tangkap Pelaku Curanmor di Masamba, Satu Rekan Masih Buron

“Untuk mencapai target IP 300, persoalan utama adalah air. Karena itu, saya meminta agar daerah-daerah yang mengalami kekeringan segera diidentifikasi,” kata Patahudding.

Bupati juga menyebut program PMAS di Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, dengan luasan sekitar 500 hektare telah diarahkan untuk mendukung pencapaian IP 300.

Ia berharap dukungan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dapat terus diberikan untuk memenuhi kebutuhan prapanen maupun pascapanen.

Patahudding menargetkan penanaman padi kembali dimulai pada November mendatang.

Dengan pola tersebut, peningkatan indeks pertanaman hingga IP 250 diharapkan dapat dicapai.

Ia juga meminta keberlanjutan aktivitas pertanian tetap dijaga dengan mendorong petani terus mengolah lahan sawah.

Baca juga:  Puskesmas Walenrang Barat Diresmikan, Kini Layani Pasien dengan Fasilitas Rawat Inap

“Tidak ada alasan petani tidak turun mengolah sawah. Kita harus terus mendorong produktivitas pertanian dan memastikan lahan dapat dimanfaatkan secara optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Dr. Ismaya Nita Rianti Parawansa, mengapresiasi kondisi pertanian Kabupaten Luwu yang dinilai masih memiliki lahan subur dan produktif.

Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman dari IP 180 menjadi IP 200 merupakan perkembangan positif bagi sektor pertanian daerah.

Ia menjelaskan, Polbangtan Gowa merupakan institusi binaan Kementerian Pertanian yang telah melahirkan sejumlah alumni yang berprofesi sebagai penyuluh pertanian, termasuk yang bertugas di Kabupaten Luwu. (**)