Kabarpublic.com – Sebanyak 16 dokter Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2026 resmi diterima untuk menjalankan tugas di Kabupaten Luwu.
Para dokter tersebut akan menjalani masa pengabdian sekaligus memperkuat pengalaman pelayanan kesehatan selama satu tahun pada tiga fasilitas pelayanan kesehatan yang telah ditetapkan.
Penerimaan dokter internsip berlangsung di Ruang Lounge Kantor Bupati Luwu, Selasa (29/9/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, dr. Rosnawary, menyampaikan selamat datang kepada para dokter internsip yang akan bertugas di Luwu.
Ia menjelaskan, 16 dokter tersebut akan ditempatkan di RSUD Batara Guru Belopa, Puskesmas Ponrang, dan Puskesmas Bua.
Rosnawary berharap kehadiran para dokter internsip dapat memberikan kontribusi dalam pelayanan kesehatan sekaligus menjadi kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman profesional.
“Setelah menyelesaikan studi kedokteran, bukan berarti waktu belajar telah selesai. Justru di sinilah waktu belajar yang sesungguhnya baru dimulai,” ujar Rosnawary.
Ia juga berpesan agar para dokter internsip terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme serta menjunjung tinggi etika profesi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Muh. Rudi, meminta para dokter internsip untuk terus belajar selama menjalankan masa penugasan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga kemampuan tenaga kesehatan memberikan edukasi dan mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
“Jangan berhenti belajar. Bukan hanya terfokus pada sisi teknis pelayanan, tetapi juga bagaimana memberi motivasi kepada masyarakat untuk hidup sehat dan menerapkan pola hidup yang baik,” kata Muh. Rudi.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, kekompakan, dan komunikasi selama menjalani masa internsip.
Para dokter diharapkan membangun koordinasi dengan Direktur RSUD Batara Guru, Dinas Kesehatan, kepala puskesmas, dokter pendamping, serta tenaga kesehatan lainnya.
“Yang terpenting adalah tetap menjalankan etika profesi. Sebab etika itulah yang akan membawa kita ke tempat yang jauh lebih baik kelak,” tuturnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu dr. Rosnawary, Direktur RSUD Batara Guru dr. Daud Mustakim, Kepala Puskesmas Bua, Kepala Puskesmas Ponrang, para dokter pendamping, serta 16 dokter internsip.
Pemerintah Kabupaten Luwu berharap para dokter internsip dapat memanfaatkan masa satu tahun penugasan untuk memperkuat kompetensi dan pengalaman profesional sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang ramah, humanis, dan sesuai dengan kompetensi kepada masyarakat. (**)







