DaerahNewsPilihan Editor

Pupuk Kaltim Bekali 24 Pemuda Fakfak dengan Pendidikan Vokasi D3

210
×

Pupuk Kaltim Bekali 24 Pemuda Fakfak dengan Pendidikan Vokasi D3

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 24 pemuda asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, mengikuti Program Vokasi D3 Pupuk Kaltim.

Kabarpublic.com – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) kembali menggelar Program Vokasi Diploma 3 (D3) untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri.

Sebanyak 24 peserta asal Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terpilih mengikuti program tersebut.

Mereka akan menjalani pendidikan vokasi melalui kerja sama Pupuk Kaltim dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian melalui Politeknik ATI Makassar.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pupuk Kaltim, Bambang Haryanto, mengatakan program vokasi merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM daerah, khususnya generasi muda di kawasan timur Indonesia.

Menurutnya, pendidikan dirancang dengan konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

Peserta tidak hanya memperoleh pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman praktik langsung di lingkungan industri Pupuk Kaltim.

“Pendekatan vokasi memberi keseimbangan antara kompetensi akademik dan keterampilan praktis. Para peserta akan memperoleh pengalaman terkait standar kerja, kedisiplinan, hingga kompetensi teknis yang dibutuhkan industri,” ujar Bambang saat pelepasan peserta di Kantor Bupati Fakfak, Papua Barat, Kamis (6/8/2026).

Baca juga:  Dukung Pelayanan Kesehatan, Pupuk Kaltim Serahkan Mini ICU ke Kodam VI/Mulawarman

Bambang menjelaskan, proses seleksi dilaksanakan pada Juli 2026.

Sebanyak 102 calon peserta dari berbagai kampung di Kabupaten Fakfak mengikuti proses seleksi tersebut. Dari jumlah itu, 24 peserta dinyatakan lolos sesuai kuota yang tersedia.

Sebelum memulai perkuliahan, para peserta diberangkatkan ke Makassar untuk mengikuti pendidikan bela negara selama 10 hari.

Kegiatan tersebut mencakup pembinaan mental dan fisik sebagai bagian dari persiapan sebelum menjalani pendidikan vokasi.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti perkuliahan di Politeknik ATI Makassar dengan kurikulum yang diarahkan untuk membentuk kompetensi teknis dan profesional sesuai kebutuhan industri.

Setelah menyelesaikan pembelajaran teori, peserta akan ditempatkan di berbagai unit kerja Pupuk Kaltim untuk menjalani praktik langsung di lingkungan industri.

Baca juga:  Bupati Luwu Temui Jusuf Kalla, Dorong Prioritas Tenaga Kerja Lokal di PT BMS

“Selama menjalani pendidikan, peserta akan memperoleh pembelajaran berdasarkan kurikulum vokasi yang diarahkan untuk membentuk kompetensi teknis dan profesional sesuai kebutuhan industri,” kata Bambang.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya memperluas akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda daerah sekaligus memperkuat keterkaitan antara pengembangan SDM dengan kebutuhan industri di kawasan timur Indonesia.

Bambang berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, menyelesaikan pendidikan sesuai target, dan nantinya dapat berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Fakfak maupun sektor industri.

Sementara itu, Bupati Fakfak Samaun Dahlan yang melepas langsung para peserta mengatakan program vokasi Pupuk Kaltim merupakan kesempatan yang harus dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut Samaun, pembangunan kawasan industri perlu diikuti dengan kesiapan masyarakat lokal agar putra-putri daerah dapat mengambil peran.

Pendidikan dan peningkatan kompetensi dinilai menjadi salah satu fondasi untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal.

Baca juga:  PT Masmindo Raih Peduli Indonesia Award 2026, Diakui Berdampak Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja Lokal

“Hari ini Pupuk Kaltim menerima kalian, dan ini adalah peluang yang tidak boleh disia-siakan. Masa depan sudah terbuka, tinggal bagaimana kita membentuk diri sendiri karena tidak semua orang memiliki kesempatan ini,” ujar Samaun.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung pengembangan SDM putra-putri Fakfak.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri diperlukan untuk menciptakan tenaga kerja lokal yang mampu memenuhi kebutuhan pembangunan.

Samaun berharap para peserta dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menjadi tenaga profesional yang mampu berkarier di Pupuk Kaltim maupun sektor industri lainnya.

“Harapan kami, kalian semua bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik. Jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan. Jadilah tenaga profesional yang nantinya bisa berkarier di Pupuk Kaltim maupun sektor industri lainnya,” pungkasnya. (**)