DaerahNewsPilihan Editor

PT Masmindo Kaji Nilai Ekonomi Ekosistem Sungai di 7 Desa Sekitar Operasional

106
×

PT Masmindo Kaji Nilai Ekonomi Ekosistem Sungai di 7 Desa Sekitar Operasional

Sebarkan artikel ini
Kajian Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Sungai di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso.

Kabarpublic.com – PT Masmindo Dwi Area (MDA) melaksanakan Kajian Valuasi Ekonomi Jasa Ekosistem Sungai pada 9 hingga 16 Oktober 2026 yang tersebar di tujuh desa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Langkah ini diambil untuk mengukur secara presisi nilai ekonomi serta manfaat ekosistem sungai bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Adapun tujuh desa yang menjadi lokasi kajian tersebut meliputi Desa Rante Balla, Boneposi, Tolajuk, Ulusalu, Pajang, Kadundung, dan Tobarru.

Pelaksanaan kajian dipusatkan pada kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso, khususnya ekosistem Sungai Songgang dan Sungai Kadundung yang bersinggungan langsung dengan area operasional MDA.

Dalam pelaksanaannya, kajian ini dilakukan oleh tim konsultan independen dengan melibatkan para pakar dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga:  Bocah SD yang Hanyut di Sungai Lamasi Luwu Ditemukan

Cakupan penilaian meliputi beragam manfaat ekosistem sungai, mulai dari penyediaan air untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian, habitat keanekaragaman hayati perairan, pengendalian banjir dan erosi, hingga fungsi pemurnian air secara alami oleh vegetasi di sepanjang bantaran sungai.

Tidak hanya itu, aspek sosial-ekonomi, nilai budaya, serta kearifan lokal masyarakat yang berkaitan dengan sungai turut menjadi bagian penting yang dinilai.

Hasil dari kajian ini nantinya digunakan untuk mengestimasi Nilai Ekonomi Total (Total Economic Value/TEV) dari jasa ekosistem sungai.

Guna mendukung keakuratan perhitungan tersebut, tim lapangan melakukan serangkaian survei teknis, seperti pengujian kondisi fisik sungai, pengukuran kualitas air dan sedimentasi, pengamatan habitat keanekaragaman hayati perairan, hingga wawancara mendalam dengan masyarakat lokal.

Baca juga:  Razia Malam Jelang Akhir Tahun, Lapas Palopo Amankan Barang Terlarang

Data sosial-ekonomi dikumpulkan untuk memetakan pola pemanfaatan sungai, tingkat ketergantungan warga, dan manfaat nyata yang mereka rasakan sehari-hari.

Guna memastikan sinergi data dan regulasi daerah, pelaksanaan kajian ini dikoordinasikan secara intensif bersama sejumlah instansi terkait di Kabupaten Luwu, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perumda Air Minum Tirta Latimojong, Dinas Perikanan, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Seluruh data yang terhimpun akan dianalisis secara komprehensif sebagai salah satu pijakan utama dalam perencanaan pengelolaan, perlindungan, dan pemantauan lingkungan.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa kajian ini merupakan komitmen nyata perusahaan dalam memperkuat pengelolaan lingkungan yang berbasis pada data ilmiah dan aspirasi masyarakat.

Baca juga:  DPRD Palopo Adakan Rapat Paripurna, Bahas Perlindungan Masyarakat Adat

“Melalui valuasi yang terukur secara ilmiah, MDA merumuskan pendekatan pengelolaan lingkungan yang lebih tepat dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kajian ini bagian dari upaya menjaga ekosistem sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tegas Mustafa.

Kajian strategis ini sekaligus mendukung pelaksanaan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) yang dimiliki perusahaan.

MDA berharap dapat membangun fondasi ilmiah yang lebih solid dalam menjaga keberlanjutan fungsi ekosistem sungai demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Luwu secara jangka panjang. (**)