DaerahNewsPilihan Editor

Ma’balik Gandang di Walenrang, Patahudding Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Adat Luwu

×

Ma’balik Gandang di Walenrang, Patahudding Ajak Masyarakat Lestarikan Tradisi Adat Luwu

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu H. Patahudding bersama Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu menghadiri prosesi adat Ma’balik Gandang.

Kabarpublic.com – Bupati Luwu H. Patahudding bersama Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu menghadiri prosesi adat Ma’balik Gandang yang digelar di Kelurahan Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kamis (23/7/2026).

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dilakukan usai kunjungan kerja di Kecamatan Lamasi Timur dalam rangka menghadiri **Sidang di Luar Gedung Pengadilan Agama Belopa.

Prosesi adat Ma’balik Gandang diselenggarakan oleh keluarga Limbong Lisa’na Bolong sebagai bagian dari rangkaian adat atas wafatnya Almarhum Bura.

Baca juga:  Musda V DWP, Bupati Luwu: Dorong Transformasi Organisasi Menuju Indonesia Emas 2045

Kehadiran pimpinan daerah menjadi bentuk empati kepada keluarga yang ditinggalkan sekaligus dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat Tana Luwu.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.

Ia berharap Almarhum Bura mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Luwu, kami menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Almarhum Bura. Semoga beliau mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Patahudding.

Baca juga:  Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Mesin Hand Traktor di Luwu

Bupati menjelaskan bahwa Ma’balik Gandang merupakan tradisi adat masyarakat Luwu yang memiliki makna filosofis sebagai penanda berakhirnya masa berkabung dan dimulainya kembali kehidupan dengan semangat kebersamaan.

“Ma’balik Gandang merupakan tradisi yang sarat makna. Dari suasana duka, kita kembali kepada semangat kebersamaan dan kehidupan. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus kita lestarikan sebagai bagian dari identitas budaya Tana Luwu,” katanya.

Menurutnya, pelestarian tradisi lokal menjadi tanggung jawab bersama agar warisan budaya Luwu tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca juga:  Hari Guru Nasional dan HUT ke-79 PGRI, Pemda Luwu Apresiasi Guru Berprestasi

Prosesi adat berlangsung khidmat dengan dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, keluarga besar almarhum, serta warga setempat.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi penghormatan terakhir kepada almarhum, tetapi juga mempererat silaturahmi melalui pelaksanaan tradisi adat yang masih lestari di Kabupaten Luwu. (**)