Kabarpublic.com — Bupati Luwu, H. Patahudding, menekankan pentingnya integritas, tanggung jawab, dan komitmen bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Bupati Luwu usai memimpin rangkaian kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024, penyematan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun, pengukuhan Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Periode 2024–2029, serta penyerahan Surat Keputusan Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah pada UPT SMP dan SD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu.
Kegiatan berlangsung khidmat di Aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Kelurahan Pammanu, Kecamatan Belopa Utara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Luwu Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Kapolres Luwu AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muh. Rudi, Pabung Luwu CBA Sudirman, serta para kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu.
Sebanyak 16 PNS Formasi Tahun 2024 dilantik dan diambil sumpah/janjinya. Selain itu, sebanyak 108 guru menerima penugasan sebagai kepala sekolah pada UPT SMP dan SD di Kabupaten Luwu.
Sementara itu, tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya diberikan kepada 364 ASN.
Rinciannya, 27 orang menerima penghargaan atas masa pengabdian 30 tahun, 66 orang untuk masa pengabdian 20 tahun, dan 271 orang untuk masa pengabdian 10 tahun.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Luwu juga mengukuhkan tujuh orang yang berasal dari unsur tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sebagai anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Periode 2024–2029.
Bahar Sukkara dipercaya sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu.
Patahudding mengingatkan para ASN yang baru dilantik agar senantiasa menjaga integritas dalam menjalankan amanah sebagai abdi negara.
Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kalau sudah tidak digaji lagi, itu namanya mengabdi. Tetapi selama masih menerima gaji, maka kita harus benar-benar menjalankan tanggung jawab dan amanah yang diberikan,” tegasnya.
Khusus kepada para kepala sekolah yang menerima penugasan, Bupati meminta agar tugas tambahan tersebut dijalankan dengan penuh tanggung jawab tanpa mengurangi tugas utama sebagai pendidik.
“Sekolah itu bagus tergantung dari pimpinannya. Oleh karena itu, kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin sekaligus pendidik yang memberikan teladan bagi guru dan anak-anak kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mendukung visi Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Wakil Bupati, khususnya dalam membangun masyarakat yang unggul dan berkarakter.
“Dalam visi kami bersama Wakil Bupati adalah yang unggul berkarakter. Bagaimana kita membangun karakter anak-anak kita, bukan hanya dari rumah tetapi juga melalui sekolah,” katanya.
Ia berharap seluruh ASN dapat membangun sinergi dalam menjalankan tugas, baik di lingkungan pemerintahan maupun dalam memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat.
“Tujuan kita adalah menyejahterakan masyarakat. Mari kita bersinergi menjalankan tugas dan pengabdian untuk masyarakat Kabupaten Luwu,” pungkasnya. (**)







