NewsPilihan Editor

Konflik di Desa Seba-Seba, Advokat Ari Ratda Minta Warga Beri Ruang Aparat Bekerja

6
×

Konflik di Desa Seba-Seba, Advokat Ari Ratda Minta Warga Beri Ruang Aparat Bekerja

Sebarkan artikel ini
advokat asal Luwu, Ari Ratda, SH,.

Kabarpublic.com — Konflik antarwarga yang terjadi di Desa Seba-Seba, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari berbagai pihak.

Situasi tersebut bahkan disebut telah berkembang menjadi bentrokan antar dusun dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

Menyikapi kondisi tersebut, salah satu advokat asal Tanah Luwu, Ari Ratda, SH, meminta seluruh elemen masyarakat untuk tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa aparat penegak hukum tidak bertindak dalam menangani konflik tersebut.

Ari menegaskan, pihak kepolisian, khususnya Polres Luwu dan Polsek Walenrang, telah bergerak ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah pengamanan sekaligus meredam situasi.

“Biarkan aparat bekerja. Mengenai konflik yang terjadi, saya melihat dari pihak kepolisian, utamanya Polres Luwu dan Polsek Walenrang, langsung bergerak ke lokasi,” ujar Ari.

Menurutnya, berdasarkan konfirmasi yang ia lakukan kepada Kanit Reskrim Polsek Walenrang, jajaran Polres Luwu juga telah menempatkan personel melalui Tim UKL (Unit Kecil Lengkap) di Desa Seba-Seba.

Baca juga:  PS Pemda Luwu Tundukkan Barru 2-1, Lolos ke Babak Berikut Piala Gubernur Sulsel

Keberadaan tim tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga keamanan dan mencegah konflik meluas.

Ari menilai, kondisi yang terjadi saat ini tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk menilai bahwa aparat penegak hukum, termasuk Kapolres Luwu, gagal dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Statement bahwa aparat tidak bertindak tegas, apalagi dengan adanya korban yang merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Luwu, kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa aparat penegak hukum, dalam hal ini Kapolres Luwu, dianggap gagal menangani kamtibmas di wilayahnya. Biarkanlah aparat bekerja,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Kapolres Luwu baru beberapa hari menjabat, sehingga menurutnya belum tepat jika kinerja seorang pejabat langsung diberikan penilaian hanya berdasarkan persoalan yang terjadi dalam waktu yang sangat singkat.

“Kita tidak bisa langsung menilai kinerja hanya dalam waktu singkat,” katanya.

Dorong Mediasi dan Penyelesaian Konflik
Di tengah situasi yang masih memanas, Ari justru mendorong seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam meredakan ketegangan.

Baca juga:  Dua Pengedar Sabu Asal Luwu dan Palopo Diciduk di SPBU Baliase Lutra

Menurutnya, penyelesaian konflik tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat, pemerintah setempat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh unsur masyarakat.

Ia secara khusus berharap masyarakat di Desa Seba-Seba dan seluruh unsur di Kecamatan Walenrang Timur segera mendorong dilakukannya mediasi terhadap pihak-pihak yang bertikai.

“Justru diharapkan kepada semua elemen masyarakat, utamanya yang ada di Desa Seba-Seba dan semua unsur di Kecamatan Walenrang Timur, segera melakukan mediasi terhadap pihak yang bertikai,” ujarnya.

Menurut Ari, langkah mediasi penting dilakukan agar persoalan tidak terus berlarut dan berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan mengutamakan penyelesaian secara damai.

“Mudah-mudahan ke depannya tercipta situasi yang kembali normal agar masyarakat juga tenang,” harapnya.

Sementara itu, sejumlah konflik yang sebelumnya terjadi di wilayah Walenrang dan sekitarnya disebut telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui proses mediasi.

Baca juga:  Enam Titik Terendam, Tim SAR Gabungan Bergerak Cepat Evakuasi Warga

Namun demikian, hingga kini masih diperlukan penelusuran lebih lanjut mengenai penyebab utama yang memicu konflik antar dusun di Desa Seba-Seba dalam beberapa hari terakhir.

Karena itu, Ari berharap semua pihak tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Menurutnya, proses penanganan dan penyelidikan harus diberikan kepada aparat yang berwenang, sementara masyarakat bersama pemerintah dan tokoh-tokoh setempat dapat mengambil langkah persuasif untuk membantu menciptakan suasana yang kondusif.

Ia kembali menekankan pentingnya memberikan ruang kepada aparat untuk bekerja sekaligus mendorong penyelesaian melalui jalur dialog dan mediasi.

Dengan keterlibatan seluruh unsur masyarakat dan langkah cepat dari pihak terkait, diharapkan ketegangan di Desa Seba-Seba dapat segera mereda sehingga aktivitas warga kembali berjalan normal dan rasa aman di tengah masyarakat dapat dipulihkan. (**)