IAIN Palopo Beri Pendampingan “Trauma Healing” Bagi Korban Banjir Bandang Luwu

Daerah, News, Pendidikan81 Dilihat

LUWU, KABARPUBLIC.COM – Sebagai bentuk kepedulian atas peristiwa banjir bandang Kabupaten Luwu, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palopo menggelar pendampingan “Trauma Healing” terhadap korban bencana di Desa Kaili dan Kelurahan Lindajang, Kecamatan Suli Barat, Kabupaten Luwu, 27 Mei hingga 10 Juni 2024 mendatang.

Program Pendampingan “Trauma Healing” Ini dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan. Mereka ini dilepas langsung Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr Munir Yusuf MPd di Aula Rektorat IAIN Palopo, 27 Mei 2024 kemarin.

Sementara itu beberapa jam kemudian setelah berangkat dari kampus IAIN, mahasiswa KKN Kebencanaan yang beranggotakan 21 orang. Itu diterima langsung Camat Suli Barat Syamsuddin didampingi Kepala Desa Kaili Kaharuddin serta Lurah Lindajang Huseri, S.AN di Kantor Desa Kaili Kabupaten Luwu.

Koordinator Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M, Dr Adzan Noor menyebutkan, selama 15 hari para mahasiswa KKN akan membantu masyarakat, pemerintah untuk melaksanakan program “trauma healing” korban pasca banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Jadi program ini wujud dari tanggap kami di IAIN Palopo dan memang sebagian relawan dari IAIN Palopo sudah membantu para korban bencana, ada juga dosen yang melakukan trauma healing di berbagai tempat dan hari ini kami turunkan berbentuk KKN,” ucap Adzan.

Dikatakannya, sebanyak 21 orang mahasiswa KKN kebencanaan dibagi menjadi dua posko. 11 orang dari beberapa program studi dan 10 orang dari Prodi Bimbingan dan Konseling Islam sebagai tim khusus yang akan melakukan trauma healing di lokasi bencana.

Saat menerima mahasiswa KKN Kebencanaan, Camat Suli Barat, Syamsuddin, mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa IAIN Palopo yang akan melaksanakan KKN tematik. Ia banyak berharap pada mahasiswa bisa memberikan motivasi di tengah kegalauan pasca bencana.

Minimal, kata dia, indikator keberhasilan mahasiswa KKN yang berada di desa ini bagaimana membangun jalan pikiran baru dalam menghadapi terkait bencana ke depannya.

“Diharapkan program KKN Kebencanaan ini berkontribusi nyata dalam pemulihan masyarakat yang terdampak pasca bencana,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *