DaerahNewsPilihan Editor

MDA Bersama BPBD Luwu Siapkan Langkah Antisipasi Karhutla

59
×

MDA Bersama BPBD Luwu Siapkan Langkah Antisipasi Karhutla

Sebarkan artikel ini
PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama BPBD dan Damkar Luwu memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi karhutla.

Kabarpublic.com – PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, serta instansi terkait memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Luwu.

Koordinasi tersebut dilakukan dengan memetakan sejumlah titik yang dinilai rawan karhutla, khususnya di sekitar wilayah operasional MDA.

Pemetaan juga mencakup identifikasi sumber air yang dapat dijangkau untuk mendukung penanganan apabila terjadi kebakaran.

Langkah tersebut menjadi bagian awal untuk mengetahui potensi risiko sekaligus kesiapan sumber daya dalam menghadapi karhutla.

Koordinasi lintas instansi selanjutnya akan terus diperkuat untuk meningkatkan kesiapsiagaan di lapangan.

Kepala BPBD Kabupaten Luwu, Andi Baso Tenriesa, mengapresiasi inisiatif MDA dalam mendorong mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi karhutla.

Baca juga:  Kisah Tenaga Honorer: Perjuangan 17 Tahun Hingga Lulus PPPK

Menurutnya, penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha, TNI-Polri, Damkar, hingga masyarakat.

“Mitigasi dan penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi dan kesiapsiagaan dari seluruh unsur agar apabila terjadi kebakaran dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” ujar Andi Baso.

Selain pemetaan wilayah rawan, rapat koordinasi juga membahas kesiapan personel dan peralatan, penguatan koordinasi lintas pihak, serta kebutuhan pembentukan posko kesiapsiagaan yang berada dekat dengan lokasi rawan karhutla.

Posko induk dinilai penting sebagai pusat koordinasi, terutama dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan jarak antarlokasi di Kabupaten Luwu, termasuk wilayah Kecamatan Latimojong.

Upaya pencegahan juga diarahkan pada penguatan sosialisasi kepada masyarakat terkait potensi musim kemarau panjang, risiko karhutla, serta langkah-langkah pencegahannya.

Baca juga:  Pemda Luwu Dorong Kepedulian Sosial, Lurah Tanamanai Langsung Turun ke Rumah Warga

Sosialisasi dapat dilakukan melalui pemasangan spanduk di sejumlah lokasi strategis serta penyebaran flyer dan video animasi singkat melalui media sosial.

Sebagai tindak lanjut, para pihak juga menyarankan pelaksanaan apel siaga bersama BPBD, Damkar, TNI-Polri dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan simulasi penanganan karhutla untuk memastikan kesiapan personel dan koordinasi di lapangan.

BPBD Luwu juga akan mendorong penguatan peran relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah terbentuk di sejumlah desa.

Relawan Destana diharapkan dapat menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan berbasis masyarakat, khususnya dalam pencegahan dan respons awal terhadap potensi karhutla.

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan perusahaan siap mendukung langkah mitigasi sesuai sumber daya dan kapasitas yang dimiliki.

Baca juga:  Pemuda Tenggelam di Bendungan Benteng Pinrang, Tim SAR Lakukan Pencarian

Salah satu dukungan yang disiapkan MDA yakni pengadaan peralatan tangan pemadam kebakaran untuk mendukung penanganan awal di lapangan.

“Langkah ini adalah dukungan kepada para pemangku kepentingan, dan upaya MDA untuk turut menjaga Kabupaten Luwu sebagai ruang hidup bersama masyarakat Kabupaten Luwu,” tegas Mustafa.

Melalui sinergi tersebut, MDA, BPBD, Damkar, TNI-Polri, pemerintah desa, relawan, dan unsur terkait lainnya diharapkan dapat membangun kesiapsiagaan karhutla secara lebih terintegrasi.

Mulai dari pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel dan peralatan, edukasi masyarakat, hingga simulasi penanganan di lapangan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga lingkungan dan mengantisipasi karhutla di Kabupaten Luwu. (**)