NewsPilihan Editor

Buka Festival Bumi Sawerigading, Wabup Luwu Tekankan Pelestarian Budaya

121
×

Buka Festival Bumi Sawerigading, Wabup Luwu Tekankan Pelestarian Budaya

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Luwu Muhammad Dhevy Bijak Pawindu membuka Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026.

Kabarpublic.com – Wakil Bupati Luwu, Muhammad Dhevy Bijak Pawindu, resmi membuka Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 di Halaman Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu, Jumat malam (7/8/2026).

Festival tersebut berlangsung selama tiga hari, 7-9 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Luwu dalam melestarikan budaya sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Pembukaan festival dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Luwu, unsur Forkopimda, Maddika Ponrang, Ketua TP PKK Kabupaten Luwu beserta jajaran, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Luwu, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, seniman, pelaku UMKM, insan pers, peserta festival, serta tamu undangan.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading digelar sebagai upaya bersama untuk menjaga, melestarikan, memperkenalkan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya Luwu sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Baca juga:  Bupati Luwu Kawal Program Kakao Nasional, Libatkan 200 Okulator Lokal

Sejumlah kegiatan turut mewarnai festival tersebut, di antaranya Lomba Pidato Bahasa Daerah tingkat SMA/SMK, Lomba Tari Kreasi Nusantara tingkat umum, Karnaval SD/MI, Silaturahmi Pelaku Seni dan Budayawan, serta Seminar Kebudayaan.

Rangkaian kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, 7-9 Agustus 2026.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival.

Wakil Bupati Luwu membacakan sambutan Bupati Luwu yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda pemerintahan lainnya.

Dalam sambutan itu disebutkan bahwa Kabupaten Luwu sebagai Bumi Sawerigading memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang menjadi bagian penting dari sejarah Nusantara.

Baca juga:  Tunda Kenaikan PBB-P2, Patahudding Tegaskan Kebijakan Responsif untuk Rakyat

“Festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan seni, tetapi menjadi ruang bertemunya seluruh elemen masyarakat untuk berkarya, melestarikan budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Luwu kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Muhammad Dhevy Bijak Pawindu.

Menurutnya, festival budaya juga diharapkan dapat menggerakkan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi kreatif, serta membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk lokal agar semakin dikenal dan memiliki daya saing.

Wakil Bupati juga mengajak generasi muda untuk menjadi pelopor pelestarian budaya. Hal itu dapat dilakukan dengan mempelajari sejarah daerah, mencintai bahasa dan adat istiadat, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan budaya Luwu.

Baca juga:  Luwu Kirim 150 Kafilah ke MTQ Sulsel, Patahudding Harap Tampil Maksimal

“Kemajuan teknologi tidak boleh menjauhkan kita dari akar budaya, tetapi harus menjadi sarana untuk memperkuat dan memperkenalkan budaya kepada dunia,” lanjutnya.

Sebelum membuka festival, Wakil Bupati juga mengingatkan dewan juri agar menjunjung tinggi sportivitas dan profesionalisme dalam memberikan penilaian kepada seluruh peserta lomba.

“Berikan penilaian secara objektif sesuai kemampuan peserta. Sportivitas adalah kunci agar festival ini melahirkan prestasi yang membanggakan dan berkualitas,” tegasnya.

Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading 2026 kemudian resmi dibuka dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahim, dilanjutkan dengan ucapan syukur bersama.

Festival tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Luwu, mempererat persatuan masyarakat, serta mendorong perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan. (**)