Pemkot Palopo Sukses Gelar Festival Buah di Wisata Kambo

Daerah, Ekobis, Headline, News57 Dilihat

 KABARPUBLIC.COM – Festival Buah yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kota Palopo di wilayah Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang sukses di gelar.

Kegiatan festival buah yang di mulai sejak tanggal 8 – 9 Maret 2024 ini, di tutup oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Palopo, Ade Chandra.

Ade Chandra mengatakan, festival buah ini di pusatkan di Kambo, karena memiliki salah satu unsur daya tarik kepariwisataan alam yang begitu indah.

“Kita sudah mempunyai suatu alam yang di berikan anugerah oleh Allah SWT yang begitu indah. Dan kita telah di berikan modal dengan memanfaatkan alam ini,” kata Ade Chandra.

Menurut Ade, pariwisata tidak akan berjalan secara maksimal jika masyarakat setempat tidak aman, dan pariwisata tidak bisa mendatangkan sesuatu jika masyarakatnya saling membentur.

“Alhamdulillah saya lihat masyarakat di sini masih homogen, masih berbudaya dan silaturahminya masih bagus. Ini juga merupakan salah satu syarat daripada kepariwisataan” jelas Ade.

Adapun persyaratan yang masih perlu di kembangkan di Kambo ini, kata Ade, sekaligus menjadi tantangan dari dinas Parekraf, adalah wisata kuliner.

“Kalau kita makan mie, usahakan jangan Indomie yang di siram. Ada nuansa yang lebih daripada Indomie yang di siram itu, usahakan buatlah mie yang bukan dari Indomie,” jelasnya.

“Nanti kita akan latih dan kita hadirkan chef yang profesional bagaimana cara membuat masakan dan cara membuat mie yang bagus. Kemudian bagaimana membuat kopi yang begitu nikmat, dan kita akan latih secara barista standar internasional,” tambahnya.

Hal tersebut akan di lakukan, lanjut Ade, agar pengunjung yang datang ke Kambo dapat mengenal makanan dan minumannya.

Kambo juga akan di perkenalkan dengan karya seninya, seperti sektor kerajinan tangan atau orang yang membuat suatu karya seni yang berhubungan dengan kayu dan kulit kayu.

“Kalau kayu atau batok kelapa hanya dipakai bakar ikan, berarti itu belum menambah karya seni. Seharusnya batok kelapa itu dibuat semacam kerajinan tangan, begitu pula dengan kayu dan kulit kayu,” lanjutnya.

Kegiatan seperti ini dapat di kembangkan untuk jadi event tahunan, sehingga hal ini bisa bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat sekitar.

“Mari kita jaga kebersamaan ini, sehingga event kegiatan yang akan di selenggarakan pada tahun berikutnya dapat lebih di tingkatkan dan di kembangkan,” harapnya.

“Tidak lupa pula saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini yang begitu luar biasa,” tutupnya.

Kegiatan ini di lanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para peserta pemenang lomba yang merupakan rangkaian dari kegiatan festival buah.

Adapun lomba yakni lomba durian terenak, egrang, joget balon, mengikat (Talaja) durian, dan lomba membuat keranjang anyaman (Kamboti). (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *