NewsPilihan Editor

Kram dan Kelelahan Saat Mendaki, 6 Mahasiswa KKN Unhas Dievakuasi Tim SAR

23
×

Kram dan Kelelahan Saat Mendaki, 6 Mahasiswa KKN Unhas Dievakuasi Tim SAR

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin (Unhas) dievakuasi Tim SAR Makassar yang terjebak di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa.

Kabarpublic.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar mengevakuasi enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (26/7/2026) sekitar pukul 21.00 WITA saat para mahasiswa melaksanakan program kerja inovasi desa untuk mendukung pengembangan pariwisata minat khusus di kawasan Gunung Goa Kalibbong Alloa.

Dalam perjalanan pendakian, salah seorang mahasiswa, Ine Agustina (21), mengalami kram pada kaki.

Sementara lima rekannya mengalami kelelahan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan dan membutuhkan bantuan evakuasi.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar dari warga setempat, Haru Belae, pada Senin dini hari (27/7/2026) sekitar pukul 02.30 WITA.

Baca juga:  HPN 2026 di Banten, SMSI Dorong Media Bertransformasi dan Tetap Solid

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Penyelamat Basarnas Makassar langsung diberangkatkan ke lokasi dan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep.

“Setelah menerima laporan dari warga setempat mengenai adanya pendaki yang mengalami kram kaki di area Goa Kalibbong Alloa, kami segera memberangkatkan Tim Penyelamat lengkap dengan peralatan evakuasi khusus untuk memberikan bantuan penanganan medis dan evakuasi di lokasi kejadian,” ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, S.E.

Baca juga:  Basarnas Makassar Terus Lakukan Evakuasi Warga Terdamapk Banjir di Sulsel

Tim SAR diberangkatkan menggunakan truk personel yang dilengkapi peralatan komunikasi, perlengkapan medis, serta peralatan evakuasi.

Tim tiba di lokasi sekitar pukul 04.14 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan untuk melakukan proses penyelamatan.

Operasi evakuasi melibatkan Tim Penyelamat Basarnas Makassar, BPBD Kabupaten Pangkep, Polsek Minasatene, Potensi SAR Pangkep, organisasi Tropica, serta masyarakat setempat.

Andi Sultan menjelaskan, proses evakuasi berlangsung cukup menantang karena medan menuju lokasi berupa tebing terjal dengan ketinggian sekitar 25 meter.

“Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih 25 meter yang harus dilalui. Tim SAR Gabungan harus menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman,” jelasnya.

Baca juga:  Pemuda Asal Toraja Utara Dibekuk Usai Gasak Motor di Palopo

Setelah melalui proses evakuasi selama beberapa jam, seluruh mahasiswa berhasil dievakuasi pada pukul 09.47 WITA dalam keadaan selamat.

Keenam mahasiswa tersebut yakni Ine Agustina, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan Lulu.

Selanjutnya mereka dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

Usai seluruh korban diserahterimakan kepada tim medis, Tim SAR Gabungan melaksanakan evaluasi akhir pada pukul 10.00 WITA. (**)