DaerahNewsPilihan Editor

Bupati Luwu Dukung Rencana STIKES Datu Kamanre Jadi Universitas

37
×

Bupati Luwu Dukung Rencana STIKES Datu Kamanre Jadi Universitas

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu, H. Patahudding saat menerima audiensi jajaran pimpinan dan civitas akademika STIKES Datu Kamanre.

Kabarpublic.com – Bupati Luwu, H. Patahudding, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Datu Kamanre menjadi universitas.

Komitmen tersebut disampaikannya saat menerima audiensi jajaran civitas akademika STIKES Datu Kamanre di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Rektor STIKES Datu Kamanre, Andi Zullylat Tazlilah Basmin, mengungkapkan bahwa kampus yang dipimpinnya kini telah menginjak usia 11 tahun.

Menandai usia tersebut, pihaknya tengah bersiap melakukan pengembangan kelembagaan menuju universitas dengan menambah fokus keilmuan di bidang hukum dan digitalisasi.

Baca juga:  Wujudkan Swasembada Pangan, Pemkab Luwu Tanam Jagung Serentak Bersama Petani

Dalam pertemuan itu, pihak kampus juga memohon arahan serta dukungan Pemkab Luwu untuk menguatkan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi melalui kolaborasi daerah.

Ketua Yayasan Mitra Bahari Katangka, Hayarna Hakim, menegaskan bahwa peran pemerintah daerah sangat vital dalam proses perubahan status kampus tersebut.

“Kami bersyukur Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan STIKES Datu Kamanre ini,” ujar Hayarna.

Bupati Luwu, H. Patahudding, menyambut hangat rencana besar tersebut.

Ia menekankan bahwa keberadaan perguruan tinggi merupakan kunci utama pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Baca juga:  Banjir Landa Kutim Lumpuhkan Perekonomian di Pasar Sebongkok Bengalon

“Suatu daerah tidak akan maju jika tidak ada perguruan tinggi di dalamnya. Pada prinsipnya, kami mendukung penuh upaya transformasi STIKES Datu Kamanre menjadi universitas,” tegas Patahudding.

Secara khusus, Bupati menyarankan agar dalam pengembangan program studi (prodi) baru kelak, kampus dapat memasukkan sektor pertanian.

Hal ini dinilai sangat relevan mengingat mayoritas warga Kabupaten Luwu menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

Menurut Patahudding, hadirnya prodi pertanian tidak hanya memperluas akses pendidikan tinggi bagi warga lokal, tetapi juga sejalan dengan program prioritas nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.

Baca juga:  6 Desa di Latimojong Dukung Operasional PT Masmindo Dwi Area

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu, serta jajaran pejabat civitas akademika STIKES Datu Kamanre. (**)