DaerahNewsPilihan Editor

Karhutla 20 Hektare di Bua Luwu Ancam Permukiman Warga

35
×

Karhutla 20 Hektare di Bua Luwu Ancam Permukiman Warga

Sebarkan artikel ini
Petugas Damkar Kabupaten Luwu bersama masyarakat berupaya memadamkan kobaran api secara manual di kawasan perbukitan Buntu Barru, Desa Lengkong, Kecamatan Bua.

Kabarpublic.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Buntu Barru, Desa Lengkong, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sejak Senin (19/10/2026) siang hingga malam.

Api yang membakar kawasan hutan, lahan pertanian, dan perkebunan tersebut diperkirakan telah melahap lahan seluas 20 hektare.

Kondisi ini memicu kekhawatiran warga lantaran kobaran api yang terus membesar di area perbukitan mulai mengancam permukiman penduduk yang berada tepat di bagian bawah lereng bukit.

Komandan Regu Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu, Hardi, mengonfirmasi bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan dari warga Desa Lengkong sekitar pukul 14.00 WITA.

Baca juga:  Dua Pemuda di Palopo Diduga Dikeroyok di Kafe, Polisi Selidiki Keterlibatan Oknum Brimob

“Kami menerima laporan dari salah satu warga di Desa Lengkong sekitar pukul 14.00 WITA siang. Petugas bersama warga setempat langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Hardi pada Senin malam.

Upaya penjinakan si jago merah tidak berlangsung mudah.

Hardi mengungkapkan bahwa tim gabungan menghadapi dua kendala utama di lapangan, yakni sulitnya akses menuju titik api di puncak bukit serta minimnya pasokan air.

Akibatnya, petugas Damkar dan masyarakat terpaksa melakukan pemadaman secara manual di tengah vegetasi yang kering.

Baca juga:  Indonesia, Malaysia, dan Nigeria Tandatangani MoU Kerjasama Pengelolaan Wakaf

“Kendala utama kami yang pertama adalah titik air yang sangat jauh. Jadi, kami melakukan penanganan karhutla bersama masyarakat secara manual di atas bukit,” terangnya.

Selain itu, topografi Buntu Barru yang terjal serta rimbunnya pepohonan hutan membatasi ruang gerak dan akses kendaraan pemadam ke puncak.

“Akses jalan ke atas sangat terbatas karena medan terjal dan puncaknya masih berupa hutan lebat,” tambah Hardi.

Kobaran api dilaporkan masih menyala di beberapa titik. Tiupan angin kencang di kawasan perbukitan mempercepat penjalaran api ke area vegetasi sekitarnya.

Baca juga:  Menteri Agama Sampaikan Pesan untuk IAKN Toraja dalam Kuliah Umum

Posisi geografis kawasan Buntu Barru yang berada di ketinggian menjadi perhatian utama petugas.

Di area atas terdapat perkebunan dan hutan luas, sementara tepat di bawahnya membentang permukiman warga.

“Perkiraan sementara luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 20 hektare, dan angka ini masih bisa berkembang karena api di atas belum sepenuhnya padam,” kata Hardi.

Personil Damkar Luwu bersama masyarakat setempat berjibaku di lokasi guna menyekat pergerakan api agar tidak merembet melahap rumah-rumah warga di kaki bukit. (**)