Kabarpublic.com — Jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2026–2031 resmi dilantik di Ballroom Sandeq, Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) PWI Pusat Nomor: 093-PGS/PP-PWI/VIII/2026 mengenai susunan struktur pengurus PWI Sulsel oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto.
Dalam struktur kepengurusan periode ini, dua nama wakil dari PWI Luwu Raya turut mendapat kepercayaan di jajaran pengurus provinsi.
Dedy Ariyanto, yang sebelumnya menjabat Sekretaris PWI Luwu Raya periode 2018–2021, diamanahkan sebagai Ketua Bidang Hukum.
Sementara itu, Fatmawati yang sebelumnya menjabat Ketua Koordinator Hubungan dan Kerjasama PWI Luwu Raya 2018–2021, dipercaya memperkuat bidang Multimedia dan IT.
Dorong Integritas di Era Digital
Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir yang akrab disapa Cak Munir mengingatkan seluruh jajaran pengurus untuk senantiasa menjaga profesionalisme dan kode etik jurnalistik di tengah pesatnya perubahan lanskap media.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas LKBN ANTARA ini menegaskan bahwa meskipun era digital memberi kemudahan bagi siapa saja untuk memproduksi berita, keabsahan dan keakuratan karya jurnalistik tetap bersumber dari institusi pers yang berintegritas.
“Pers sejatinya hadir menyajikan fakta dengan sejujur-jujurnya, memastikan kebenaran serta keakuratan informasi, dan wartawan wajib menjamin agar karyanya memberi kemanfaatan bagi publik. Seluruh proses itu terikat teguh dalam bingkai kode etik jurnalistik,” tegas Cak Munir.
Ia menambahkan, insan pers dituntut untuk terus mengasah keterampilan teknologi dan berinovasi guna menciptakan ekosistem perusahaan pers yang sehat dan berkelanjutan.
PWI Sulsel Siap Adaptif dan Inklusif
Sementara itu, Ketua PWI Sulsel terpilih, Suwardi Thahir, menegaskan komitmennya untuk menjadikan PWI Sulsel sebagai rumah bersama yang solid, inklusif, dan responsif terhadap dinamika industri media.
“PWI Sulsel harus hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh anggota. Kita berikhtiar membangun organisasi yang solid, inklusif, dan lincah beradaptasi dengan lompatan teknologi serta dinamika industri media, tanpa sedikit pun mengesampingkan pilar profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” ujar Suwardi.
Suwardi juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) jurnalis melalui program pelatihan, uji kompetensi, dan pembinaan profesi secara berkelanjutan.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kualitas karya jurnalistik serta kepercayaan publik di tengah maraknya media digital.
Acara pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, para bupati se-Sulsel, jajaran jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, pimpinan media, serta tokoh organisasi pers di Sulawesi Selatan. (**)







