Kabarpublic.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menggelar sosialisasi Program Sinergi Tiga Juta Rumah di Cafe Solata, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Kamis (23/7/2026).
Mengusung tema “Membangun Rumah Rakyat, Menggerakkan Ekonomi Daerah”, kegiatan tersebut menggandeng Karang Taruna Desa Buntu Karya sebagai mitra dalam mengedukasi masyarakat mengenai pembangunan hunian yang berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor konstruksi.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kota Palopo, Andi Poci, mengapresiasi inisiatif SIG yang melibatkan organisasi kepemudaan dalam program pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan Karang Taruna merupakan langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi daerah sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berperan aktif dalam pembangunan.
“Pemerintah Kota Palopo sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PT Semen Indonesia. Tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan daerah saat ini. Kolaborasi bersama Karang Taruna diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan yang tidak hanya memahami pembangunan, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput,” ujar Andi Poci.
Selain memberikan edukasi mengenai pembangunan rumah rakyat, SIG juga memperkenalkan berbagai inovasi produk yang mendukung pembangunan berkelanjutan, di antaranya green cement (semen hijau) dan bata interlock.
Green cement merupakan produk semen ramah lingkungan dengan emisi karbon lebih rendah dibandingkan semen konvensional, namun tetap memiliki kualitas dan daya tahan tinggi untuk berbagai kebutuhan konstruksi.
Sementara itu, bata interlock hadir sebagai material dinding modern dengan tingkat presisi tinggi sehingga proses pemasangannya lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.
Material ini juga dinilai memiliki ketahanan yang baik terhadap guncangan gempa sehingga cocok diterapkan pada program pembangunan rumah rakyat.
Perwakilan SIG, Haerul Salim, mengatakan penggunaan bata interlock tidak hanya mendukung pembangunan yang lebih efisien, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Penggunaan bata interlock tidak hanya bisa mendorong peningkatan ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan perekonomian masyarakat karena dapat meminimalkan biaya saat membangun rumah,” katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, SIG berharap masyarakat dan pelaku usaha konstruksi di Kota Palopo mulai mengadopsi teknologi material bangunan yang lebih efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan.
Kolaborasi antara BUMN, pemerintah daerah, dan Karang Taruna juga diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program pembangunan rumah rakyat yang mampu meningkatkan kualitas hunian, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kota Palopo, di antaranya Asisten I Setda Kota Palopo Andi Poci serta Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Palopo, Juddes Julian. (**)







