https://kabarpublic.com/wp-content/uploads/2026/03/Banner-Media-2026.jpg-scaled.jpeg
NewsPilihan Editor

Pencarian Lansia Diduga Tenggelam di Sungai Bilareng Dihentikan

×

Pencarian Lansia Diduga Tenggelam di Sungai Bilareng Dihentikan

Sebarkan artikel ini
operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bilareng

Kabarpublic.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bilareng, Dusun Lemoa, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Operasi SAR tersebut telah berlangsung selama tujuh hari sejak laporan diterima pada 5 Maret 2026.

Korban diketahui bernama Dg Patiha (70), seorang perempuan lanjut usia yang merupakan warga Dusun Lemoa.

Berdasarkan informasi yang diterima, pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 07.00 WITA korban berangkat menuju sawah.

Namun hingga siang hari ia tidak kunjung kembali ke rumah.

Keluarga yang melakukan pencarian kemudian menemukan barang milik korban di tepi Sungai Bilareng.

Baca juga:  Program MBG di Palopo Diperkirakan Melayani 40.000 Siswa

Saat itu debit air sungai sedang meningkat akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut. Korban diduga terpeleset dan terbawa arus sungai.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari berbagai unsur melakukan pencarian secara intensif dengan metode penyisiran sepanjang aliran sungai menggunakan tiga Search and Rescue Unit (SRU).

Area pencarian meliputi sejumlah titik mulai dari lokasi kejadian hingga Bendungan Karalloe dengan jarak penyisiran lebih dari 11 kilometer.

Namun hingga hari ketujuh pencarian, korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa operasi SAR telah dilakukan secara maksimal oleh seluruh unsur yang terlibat, meski menghadapi sejumlah kendala, terutama faktor cuaca selama proses pencarian.

Baca juga:  Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Internasional Bermarkas di Perumahan Elite Gowa

“Selama tujuh hari operasi SAR, tim gabungan telah melakukan berbagai upaya pencarian dengan menyisir aliran sungai menggunakan metode darat dan perahu pada beberapa sektor pencarian. Namun hingga hari terakhir korban belum berhasil ditemukan. Setelah dilakukan evaluasi dan koordinasi bersama keluarga serta pemerintah setempat, operasi SAR secara resmi dihentikan,” ujar Andi Sultan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut, termasuk masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.

Baca juga:  Pemancing Tenggelam di Tebing Wisata Tamalelong Ditemukan Meninggal Dunia

“Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja keras di lapangan dalam kondisi medan sungai yang cukup berat, dengan debit air tinggi, banyak batu besar, serta jeram di sepanjang aliran sungai. Kami juga mengapresiasi dukungan masyarakat yang turut membantu proses pencarian,” tambahnya.

Dengan penghentian operasi SAR tersebut, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Tim Rescue Kantor SAR Makassar, BPBD Gowa, MRB, FPL Lompobattang, TNI, Polri, SAR Unhas, SAR UNM, serta masyarakat setempat. ***