NewsPilihan Editor

Lansia 70 Tahun Diduga Terseret Arus Irigasi di Wajo

×

Lansia 70 Tahun Diduga Terseret Arus Irigasi di Wajo

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan terjatuh ke saluran irigasi.

Kabarpublic.com – Tim SAR Gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan terjatuh ke saluran irigasi dan terseret arus di Desa Wage, Kecamatan Sabbang Paru, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (24/5).

Korban diketahui bernama Langasi (70). Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar dari BPBD Wajo, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WITA, saat korban diduga tenggelam dan terseret arus irigasi yang berjarak sekitar 600 meter dari rumahnya.

Menurut keterangan saksi, korban sempat terlihat terbawa arus dan warga berupaya memberikan pertolongan. Namun derasnya aliran air membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

Baca juga:  Korban Longsor dan Banjir Bandang di Luwu Sulsel Jadi 14 Orang

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan ke lokasi pada pukul 15.35 WITA dengan membawa peralatan SAR.

Dengan waktu tempuh sekitar dua jam, tim tiba di lokasi pada malam hari sehingga belum dapat melakukan pencarian optimal pada hari pertama, namun tetap melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak keluarga korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima laporan dari BPBD Wajo.

“Kami segera menggerakkan Tim Rescue Pos SAR Bone menuju lokasi kejadian. Saat ini tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian dengan menyisir saluran irigasi serta area yang berpotensi menjadi jalur terbawanya korban,” ujarnya.

Baca juga:  Bocah SD yang Hanyut di Sungai Lamasi Luwu Ditemukan

Ia menambahkan, pada hari kedua pencarian, Senin (25/5), operasi dilakukan dengan memperluas area pencarian melalui pembagian Search and Rescue Unit (SRU) untuk meningkatkan efektivitas pencarian.

“Tim dibagi menjadi tiga SRU untuk memperluas jangkauan pencarian, mulai dari saluran irigasi hingga aliran Sungai Walanae yang menjadi jalur potensial korban terbawa arus,” kata Arif.

Pencarian hari kedua dimulai pukul 07.00 WITA dengan pembagian tugas sebagai berikut: SRU 1 melakukan penyisiran metode body rafting dari lokasi kejadian menuju muara saluran irigasi sejauh sekitar 1 kilometer.

Baca juga:  Pererat Silaturahmi, PB Ipmil Raya Adakan Buka Puasa Bersama

SRU 2 menggunakan dua perahu karet menyisir Sungai Walanae dari muara hingga wilayah Bonto Tenne sejauh sekitar 5 kilometer.

Sementara SRU 3 melakukan pencarian menggunakan satu perahu karet dari Bonto Tenne hingga Jembatan Cappie dengan jarak kurang lebih 5 kilometer.

Operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas, SAR Brimob, BPBD Kabupaten Wajo, Damkar Wajo, PMI Wajo, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat. Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan. (**)