DaerahNewsPilihan Editor

MDA Jangkau 2.264 Warga Latimojong Lewat Program Pengobatan Gratis

117
×

MDA Jangkau 2.264 Warga Latimojong Lewat Program Pengobatan Gratis

Sebarkan artikel ini
Tenaga medis dari PT Masmindo Dwi Area (MDA) saat melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga.

Kabarpublic.com – PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus memperluas akses layanan kesehatan dasar bagi masyarakat di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Melalui program Pengobatan dan Pemeriksaan Kesehatan Masyarakat (PPKM), perusahaan mencatat akumulasi sebanyak 2.264 peserta penerima layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis sepanjang empat periode pelaksanaan pada Januari, April, Juli, dan Oktober 2026.

Memasuki kuartal keempat 2026, MDA kembali menghadirkan layanan kesehatan secara intensif di 12 desa dengan total peserta mencapai 601 warga sepanjang Oktober.

Pelayanan jemput bola ini dilaksanakan langsung di Desa Tibussan, Lambanan, Buntu Sarek, Pajang, Ulusalu, Boneposi, Tolajuk, Tabang, Rante Balla, Tobarru, Kadundung, dan Pangi.

Program PPKM sendiri telah berjalan secara berkelanjutan sejak 2022 dan digelar rutin setiap tiga bulan.

Baca juga:  Kelangkaan LPG 3 Kg Dikeluhkan Warga, Pemkab Luwu Buka Pasar Murah

Berdasarkan laporan pelayanan sepanjang 2026, tren partisipasi masyarakat tercatat sangat konsisten: 597 peserta pada Januari, 443 peserta pada April, 623 peserta pada Juli, dan 601 peserta pada Oktober.

MDA melibatkan tim dokter, perawat, apoteker, hingga bidan desa setempat yang mendatangi langsung titik-titik pelayanan desa.

Pendekatan ini terbukti membantu warga khususnya yang berada di wilayah terpencil mendapatkan fasilitas kesehatan tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan medis.

Kelompok Lansia Dominasi Penerima Layanan

Berdasarkan data demografi peserta, kelompok usia tertua mendominasi pemanfaatan layanan PPKM sepanjang tahun.

Pada periode Januari – Juli 2026, kelompok lansia mencakup 727 peserta atau sekitar 43,7 persen dari total warga yang diperiksa.

Pola serupa berlanjut pada Oktober, di mana kelompok usia di atas 46 tahun kembali mendominasi dengan 40,3 persen dari total 601 peserta.

Baca juga:  Kolaborasi MDA dan Badan Bank Tanah Beri Kepastian Hukum dalam Rangka Investasi

Sementara itu, kelompok anak usia 0 – 11 tahun mencatatkan 171 peserta (28,5 persen) pada periode Oktober.

Dari sisi temuan medis, gangguan saluran pernapasan secara konsisten menjadi keluhan paling dominan yang dialami warga.

Secara akumulatif sepanjang 2026, tercatat ada 789 kasus gejala gangguan pernapasan.

Selain pernapasan, kondisi kesehatan lain yang banyak ditemukan meliputi nyeri otot, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, dan sakit kepala.

Temuan ini menjadi rujukan penting bagi MDA dan tenaga medis lokal untuk memperkuat edukasi preventif serta deteksi dini di masa mendatang.

Komitmen Pemberdayaan Berbasis Masukan Warga

Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa PPKM dirancang tidak hanya untuk memberikan penanganan medis, tetapi juga membangun kesadaran gaya hidup sehat.

Baca juga:  Korban Longsor dan Banjir Bandang di Luwu Sulsel Jadi 14 Orang

“Melalui layanan kesehatan gratis ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Deteksi dini menjadi kunci agar potensi penyakit dapat ditangani lebih awal, terutama pada kelompok lansia,” jelas Mustafa.

Mustafa menambahkan, penyusunan dan pengembangan program ini memperhatikan masukan warga yang diserap melalui Forum Desa (Fordes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu.

Pendekatan ini memastikan bahwa program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan MDA benar-benar menjawab kebutuhan riil warga di sekitar area operasional.

MDA berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi bersama pemangku kepentingan guna meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Latimojong secara berkelanjutan. (**)