DaerahNewsPilihan Editor

Sekda Luwu Tekankan Peran Santri Kuasai Teknologi dan Akhlak

121
×

Sekda Luwu Tekankan Peran Santri Kuasai Teknologi dan Akhlak

Sebarkan artikel ini
Sekda Luwu, Drs. Muhammad Rudi, saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026.

Kabarpublic.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Luwu, Drs. Muhammad Rudi, menghadiri peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan acara ramah tamah yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, Kamis (22/10/2026).

Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.

Rangkaian acara diawali dengan pelaksanaan upacara bendera, kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah yang menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah, jajaran Kementerian Agama, pimpinan pondok pesantren, santri, dan masyarakat.

Sekda Luwu menyampaikan bahwa Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum penting untuk mengenang dan meneladani perjuangan para ulama serta santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga:  Ribuan Batang Rokok Ilegal Diamankan di Luwu Utara

Salah satu tonggak sejarah yang menjadi pengingat utama adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus dilanjutkan dan disesuaikan dengan tantangan zaman saat ini.

Jika dahulu para santri berjuang dengan mengangkat senjata melawan penjajah, kini kontribusi nyata dapat diwujudkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, serta penguatan akhlak mulia.

“Santri tidak hanya menjadi penjaga benteng moral, tetapi juga harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Teruslah belajar dengan tekun, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun jangan pernah melepaskan nilai-nilai luhur kepesantrenan dan akhlakul karimah,” pesan Muhammad Rudi.

Ia juga menegaskan krusialnya peran pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh.

Baca juga:  Ramah Tamah HAB ke-80 Kemenag RI, Sekda Luwu Soroti Tantangan Sosial dan Penguatan Kolaborasi

Pemerintah Kabupaten Luwu, lanjutnya, berharap sinergi dengan Kementerian Agama dan para pimpinan pondok pesantren dapat terus diperkuat ke depannya, termasuk dalam mendorong percepatan pembentukan landasan hukum yang mendukung pengembangan pesantren di Kabupaten Luwu.

Sementara itu, Ketua Panitia H. Pahruddin Kapolo menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan agenda tahunan yang rutin dilaksanakan setiap 22 Oktober.

Pada tahun ini, kegiatan tersebut diinisiasi secara bersama-sama oleh Kantor Kementerian Agama dan Sekretariat .

Ia berharap perhelatalUWUn ini mampu mempererat hubungan antarpesantren dengan pemerintah daerah dan Kementerian Agama, sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dalam memajukan kualitas pendidikan keagamaan di daerah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu, H. Sukardi Yusuf, turut mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Baca juga:  Luwu Siapkan 8 Juta Bibit Kakao Unggul untuk 8.000 Hektare Perkebunan

Ia juga memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran Sekda Luwu bersama para santri dan keluarga besar Kementerian Agama.

Menurut H. Sukardi Yusuf, pesantren merupakan kawah candradimuka tempat bagi generasi muda untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki diri, serta membentuk kepribadian yang luhur.

“Pesantren bukanlah tempat bagi orang-orang yang sudah sempurna, melainkan tempat menempa generasi muda untuk terus belajar menjadi lebih baik. Oleh karena itu, pesantren harus tetap ada dan berdiri kokoh,” ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini, para santri di Kabupaten Luwu diharapkan semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan global, menguasai teknologi, serta senantiasa mempertahankan nilai-nilai keislaman dan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari. (**)