DaerahNewsPilihan Editor

Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Balikpapan Tembus 3.100

106
×

Kabut Asap Karhutla, Kasus ISPA di Balikpapan Tembus 3.100

Sebarkan artikel ini
Suasana Kota Balikpapan yang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kabarpublic.com – Kualitas udara di Kota Balikpapan kian mengkhawatirkan menyusul maraknya paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 3.100 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) telah ditemukan sejak awal hingga pertengahan Oktober 2026.

Seiring melonjaknya angka penderita pernapasan, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Balikpapan turut mengalami kenaikan signifikan, dari angka 100 naik menjadi 114.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, membenarkan bahwa lonjakan ISPU tersebut sangat berkaitan erat dengan selimut kabut asap yang melanda wilayah kota. Ia mengimbau agar masyarakat tidak meremehkan dampak buruk dari penurunan kualitas udara ini.

Baca juga:  Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, Ibu Negara Kunjungi Posyandu Sepaku 3

“ISPU naik dari 100 menjadi 114. Paparan asap bisa memperburuk kondisi penderita ISPA,” tegas Alwiati, Rabu (14/10/2026).

Ancaman bagi Kelompok Rentan dan Penderita Asma

Alwiati menjelaskan, paparan asap karhutla berisiko tinggi memperburuk kondisi kesehatan warga, terutama bagi mereka yang sudah memiliki gangguan pernapasan sebelumnya. Risiko jauh lebih besar mengintai penderita ISPA yang memiliki riwayat penyakit asma atau komorbid lainnya.

Tak hanya asap karhutla, ancaman kesehatan di musim kemarau ini juga dipicu oleh debu jalanan yang mudah beterbangan.

Baca juga:  Pisah Sambut Kapolres, Bupati Luwu Tekankan Pentingnya Sinergitas Keamanan Daerah

Kombinasi antara partikel debu dan asap di udara dinilai sangat berbahaya karena dapat memicu pemicu utama sekaligus memperparah keluhan saluran pernapasan.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari kelompok masyarakat yang rentan, seperti anak-anak, lanjut usia (lansia), serta penderita penyakit kronis.

Imbauan Dinkes: Kurangi Aktivitas Luar Rumah dan Gunakan Masker

Untuk menekan angka kesakitan dan meminimalkan paparan polutan, Dinkes Balikpapan mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat:

Membatasi Aktivitas Luar Ruangan: Warga disarankan mengurangi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara masih memburuk.

Baca juga:  Peserta asal Lutra Berhasil ke Final Lomba Qiraah Murattal MTQ ke-30 Tingkat Nasional

Memakai Masker: Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga diwajibkan mengencangkan penggunaan masker guna menyaring partikel pencemar. Orang tua juga diminta membiasakan anak-anak mengenakan masker.

Menjaga Daya Tahan Tubuh: Masyarakat diingatkan untuk mencukupi kebutuhan cairan harian, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga pola tidur yang cukup.

Pemeriksaan Dini: Dinkes meminta warga untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal gangguan pernapasan seperti batuk, pilek, hingga sesak napas.

“Batasi aktivitas di luar rumah. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul keluhan pernapasan,” imbuhnya. (**)