Kabarpublic.com – Musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan lagi hal yang bisa diabaikan di kawasan Latimojong, Kabupaten Luwu.
Menyadari pentingnya langkah pencegahan, lebih dari 80 warga dari 12 desa berkumpul di halaman Kantor Kecamatan Latimojong untuk mengikuti simulasi tanggap bencana bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) dan Pemda Luwu.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Tokoh pemuda, kelompok ibu-ibu, personel Linmas, hingga relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) bahu-membahu mempelajari cara memadamkan api hingga penanganan darurat korban luka bakar.
Ada yang menarik dalam pelatihan kali ini. Tim MDA memperkenalkan teknologi satelit pemantau titik api (hotspot).
Cukup melalui layar ponsel, warga dan petugas dapat mengetahui keberadaan titik api hingga radius 35 km secara otomatis.
“Sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan Luwu yang tangguh bencana,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Luwu, Drs. Andi Baso Tenriesa.
Senada dengan BPBD, KTT MDA Mustafa Ibrahim mengungkapkan bahwa kepedulian bersama adalah benteng utama dalam melindungi alam Latimojong.
“Kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mencegah risiko bencana serta melindungi masyarakat dan lingkungan,” tuturnya.
Tak sekadar teori, para peserta juga mempraktekkan langsung penggunaan alat pemadam bersama Disdamkar.
Di akhir sesi, MDA menyerahkan 15 banner edukasi yang akan dipasang di berbagai pelosok desa sebagai pengingat pentingnya menjaga hutan bersama-sama. (**)







