Kabarpublic.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo melaksanakan kegiatan pelatihan moralitas bekerja sama dengan Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia pada Senin (19/10).
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WITA hingga selesai ini menghadirkan Erina Wongso sebagai pemateri utama.
Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan insan yang berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur, sekaligus menanamkan nilai-nilai moral sebagai landasan dalam bersikap dan berperilaku di kehidupan sehari-hari.
Langkah ini menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Palopo dalam memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan agar mampu memperbaiki diri dan bersiap kembali ke tengah masyarakat.
Erina Wongso menekankan pentingnya moralitas dan budi pekerti dalam membentuk karakter seseorang.
Menurutnya, perubahan menuju pribadi yang lebih baik harus dimulai dari kesadaran diri, kemauan memperbaiki perilaku, serta komitmen menerapkan nilai kebaikan.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik. Hal terpenting adalah bagaimana kita menumbuhkan kesadaran dalam diri, membangun akhlak yang baik, serta menerapkan nilai-nilai moral dalam setiap tindakan. Dengan budi pekerti yang luhur, kita dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Erina Wongso.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Pelatihan Moralitas Budi Pekerti Bangsa Indonesia atas sinergi dan kontribusinya dalam mendukung pembinaan warga binaan.
“Pembinaan di dalam lapas tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan, tetapi juga pada pembentukan karakter, moral, dan akhlak. Kami berharap melalui pelatihan moralitas ini, warga binaan dapat semakin memahami pentingnya budi pekerti, memperbaiki diri, serta menumbuhkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” tegas Jose Quelo.
Kegiatan ini mencerminkan komitmen Lapas Kelas IIA Palopo untuk menghadirkan pembinaan yang menyeluruh (holistik), berfokus pada penguatan kepribadian dan nilai-nilai positif.
Sinergi berkelanjutan dengan berbagai pihak diharapkan terus menghadirkan manfaat nyata bagi para warga binaan sebagai bekal karakter yang kuat usai menjalani masa pidana. (**)







