Kabarpublic.com – Seorang siswa kelas V sekolah dasar (SD) di Kota Palopo, Sulawesi Selatan, diduga mengalami trauma setelah menjadi korban dugaan tindakan cabul yang dilakukan seorang oknum guru olahraga di sekolahnya.
Peristiwa yang diduga dialami korban berinisial ACC tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2026).
Setelah kejadian, kondisi psikologis korban disebut mengalami perubahan dan membuatnya enggan kembali ke sekolah karena takut bertemu dengan guru yang telah dilaporkan keluarganya ke polisi.
Ibu korban, KT, mengatakan perubahan perilaku anaknya mulai terlihat setelah kejadian tersebut.
ACC disebut menjadi lebih mudah menangis dan terus mengingat peristiwa yang dialaminya.
“Besoknya setelah kejadian, dia sudah tidak mau pergi sekolah. Bahkan saat mau makan, dia langsung menangis lagi,” ujar KT.
Untuk membantu anaknya mengalihkan perhatian dari peristiwa tersebut, KT mengajak ACC keluar rumah dan melakukan sejumlah aktivitas.
“Saya ajak dia jalan-jalan, kemudian saya ajak ke tempat nge-gym supaya dia bisa melupakan kejadian itu,” katanya.
KT kemudian membujuk ACC untuk kembali ke sekolah pada Jumat (11/9/2026).
Namun, korban meminta agar ibunya menemaninya selama berada di sekolah karena takut bertemu dengan guru yang dilaporkan.
“Saya bujuk pergi sekolah hari Jumat, tetapi dia minta saya temani di sekolah sampai pulang. Katanya dia takut bertemu dengan pak gurunya,” tutur KT.
Menurut KT, kondisi psikologis anaknya juga terlihat ketika tidur. ACC disebut menangis pada waktu subuh setelah bermimpi dirinya diculik.
“Subuh-subuh dia menangis karena bermimpi diculik. Terus dia tanya, Ummi, kalau di kantor polisi nanti ada juga kah itu pak guru, sambil menangis lagi,” ujarnya.
KT menduga perubahan kondisi tersebut merupakan dampak psikologis yang dialami anaknya setelah peristiwa dugaan tindakan cabul tersebut.
Sebelumnya, KT telah melaporkan AH, oknum guru olahraga di sekolah ACC, ke Satreskrim Polres Palopo pada Kamis (10/9/2026).
Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/464/IX/2026/SPKT/Polres Palopo/Polda Sulawesi Selatan. (**)







