NasionalNewsPilihan Editor

Di Hadapan Kader NU, Prabowo Serukan Kerja Sama untuk Entaskan Kemiskinan

67
×

Di Hadapan Kader NU, Prabowo Serukan Kerja Sama untuk Entaskan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU)

Kabarpublic.com – Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penguatan kerukunan dan semangat gotong royong dalam upaya meningkatkan kesejahteraan serta pemberdayaan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Prabowo mengapresiasi pelaksanaan Muktamar ke-35 NU yang dinilainya berlangsung damai.

Menurutnya, suasana guyub dan rukun yang ditunjukkan para peserta dapat menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus menjadi modal sosial untuk membangun bangsa.

“Selamat. Ini adalah contoh teladan organisasi masyarakat, Muktamar dengan guyub dan kita terima perbedaan serta dinamika yang sehat, damai, dan rukun,” ujar Prabowo.

Baca juga:  Presiden Prabowo Pimpin Pemusnahan 214,84 Ton Narkoba Senilai Rp29,37 Triliun di Mabes Polri

Di hadapan jajaran pengurus NU, Prabowo mengatakan transformasi bangsa yang tengah dijalankan pemerintah salah satunya berfokus pada upaya mengentaskan kemiskinan.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong kemandirian masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk organisasi keagamaan.

“Jadi saya kira ini kewajiban kita bersama bahwa fokus perhatian dari strategi transformasi bangsa kita sekarang adalah bagaimana mengangkat sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia keluar dari kemiskinan,” tegasnya.

Dorong Kolaborasi NU dan Pemerintah

Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan keagamaan terbesar di Indonesia, NU dinilai memiliki peran penting sebagai kekuatan sosial masyarakat.

Baca juga:  Kemiskinan di Sulsel Turun Signifikan, Perkotaan Masih Jadi Tantangan

Prabowo menilai kerja sama antarelemen bangsa diperlukan untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh kehidupan yang layak sekaligus meningkatkan daya saing.

“NU bersama seluruh masyarakat Indonesia bergotong royong, bekerja sama di segala bidang,” kata Prabowo.

Ia juga menekankan bahwa pemberdayaan ekonomi harus diwujudkan melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Menurutnya, negara bersama organisasi kemasyarakatan perlu membangun ketahanan ekonomi umat agar masyarakat tidak terjebak dalam ketergantungan terhadap pinjaman yang membebani.

“NU, ormas terbesar, sangat berkepentingan untuk kita saling bekerjasama dalam memastikan umat dan masyarakat bisa meraih tingkat hidup yang layak. Makan dengan layak, rumah layak, penghasilan tiap bulan yang cukup sehingga tidak perlu pinjam rentenir,” tutur Prabowo.

Baca juga:  KPU Sulsel: 91 Kecamatan Masuk Wilayah Blank Spot Internet

Penutupan Muktamar ke-35 NU turut dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.

Hadir pula Gubernur Jawa Timur, Panglima TNI, Kapolri, jajaran pengurus NU, para masyayikh, serta kader NU. (**)