NewsPilihan Editor

Evakuasi Udara Berhasil, Satu Jenazah Korban Pesawat Diterbangkan ke Makassar

×

Evakuasi Udara Berhasil, Satu Jenazah Korban Pesawat Diterbangkan ke Makassar

Sebarkan artikel ini
Evakuasi Korban korban pesawat ATR 42-500 melalui udara. (Ist)

Kabarpublic.com – Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses evakuasi korban kecelakaan pesawat di wilayah pegunungan Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.

Pada Rabu pagi (22/1/2026), satu jenazah korban laki-laki yang sebelumnya ditemukan di jurang sedalam kurang lebih 200 meter pada Minggu, 18 Januari 2026, berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas jenis Dauphin HR-3601.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan, menjelaskan bahwa evakuasi udara dilakukan setelah jenazah korban berhasil dievakuasi dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso pada Rabu pagi.

Baca juga:  SAR Gabungan Temukan Enam Korban di Lokasi Puncak Bulusaraung

“Pagi ini, alhamdulillah cuaca mendukung, sehingga evakuasi dapat dilaksanakan menggunakan Helikopter Basarnas Dauphin HR-360. Helikopter lepas landas dari Base Off Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA,” ujar Andi Sultan.

Ia menambahkan, proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist melalui teknik air landed pada pukul 07.59 WITA.

Setelah proses evakuasi udara selesai, helikopter kembali mendarat di Lanud Hasanuddin pada pukul 08.18 WITA.

“Setelah tiba di Lanud Hasanuddin, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara untuk selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI),” jelasnya.

Baca juga:  Basarnas Makassar Terus Lakukan Evakuasi Warga Terdamapk Banjir di Sulsel

Andi Sultan menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses evakuasi berjalan aman dan lancar berkat koordinasi yang solid antarunsur SAR, serta dukungan kondisi cuaca yang relatif kondusif pada pagi hari.

Ia juga menyampaikan bahwa operasi pencarian masih terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang telah dibagi ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU). Sebanyak 37 personel yang telah melaksanakan evakuasi jenazah tetap bersiaga di lapangan.

Sementara itu, SRU 1 dengan kekuatan 50 personel melanjutkan pencarian di lokasi penemuan korban pertama di wilayah Lampeso.

Baca juga:  Rapat Paripurna, Bupati Luwu Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2024 dan RPJMD 2025–2029

SRU 2 dengan 28 personel menyisir area ditemukannya ekor pesawat, SRU 3 bergerak dari posko menuju puncak dengan membawa peralatan vertical rescue melibatkan 75 personel, dan SRU 4 melakukan penyisiran di area air terjun patahan 4 dan 5, lokasi ditemukannya bagian mesin pesawat, dengan kekuatan 40 personel.

“Seluruh unsur SAR tetap bekerja sesuai tugas masing-masing untuk menuntaskan pencarian dan evakuasi korban lainnya, dengan mengedepankan aspek keselamatan dan profesionalisme,” tutup Andi Sultan. (**)