DaerahNewsPilihan Editor

Panen Jagung di Larompong, Bupati Luwu Janjikan Dukungan Bibit Perkebunan

129
×

Panen Jagung di Larompong, Bupati Luwu Janjikan Dukungan Bibit Perkebunan

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu, Patahudding, menghadiri panen jagung masyarakat di lahan pertanian Dusun Rantemario

Kabarpublic.com – Bupati Luwu, Patahudding, menghadiri panen jagung masyarakat di lahan pertanian Dusun Rantemario, Desa Binturu, Kecamatan Larompong, Kamis (25/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Patahudding yang juga berlatar belakang petani tampak antusias berbincang dengan warga sembari ikut memanen jagung.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung sektor pertanian dan perkebunan di Kabupaten Luwu.

“Kita hadir di tengah-tengah masyarakat demi meningkatkan sumber penghasilan masyarakat. Jadi ketika masyarakat butuh bibit, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan,” ujarnya.

Baca juga:  Disdukcapil Luwu Utara Buka Layanan Terbatas untuk Masyarakat

Selain itu, Patahudding juga mendorong petani agar tidak lagi mempertahankan tanaman cengkeh yang sudah tidak produktif.

Menurutnya, lahan tersebut lebih baik diganti dengan komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi tanah di Luwu, seperti kakao, alpukat, atau durian.

“Kami mengharap agar lahan yang tidak produktif bisa ditanami kakao, durian, atau alpukat karena sangat cocok dengan kondisi alam di sini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah telah menyiapkan bibit tanaman perkebunan yang sesuai dengan karakteristik tanah di Luwu.

Baca juga:  Ketua TP-PKK Luwu Hj. Kurniah Patahudding Launching Rumah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, pendampingan dan edukasi menjadi kunci agar masyarakat mampu memaksimalkan lahan, mengurangi lahan tidur, sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Usai panen jagung, Patahudding melanjutkan silaturahmi dengan masyarakat Desa Binturu.

Pada kesempatan itu, ia menyampaikan program pembebasan SPPT PBB-P2 bagi masyarakat miskin ekstrem dan veteran Republik Indonesia.

Tak hanya itu, tahun depan program serupa juga direncanakan menyasar tokoh adat dan mantan kepala desa. (**)