Warga Latimojong Dievakuasi dengan Berjalan Kaki Hingga Puluhan Kilometer

Daerah, Headline, News287 Dilihat

LUWU, KABARPUBLIC.COM – Sebanyak 49 warga Kecamatan Latimojong di Evakuasi dengan berjalan kaki hingga puluhan kilometer ke Posko Bencana di Belopa, Kabupaten Luwu.

Bahkan warga nekat melewati beberapa titik longsor yang bisa mengancam keselamatanya akibat peristiwa tersebut.

Personel Babinsa Kodim 1403 Palopo, Sertu Rahmat Agus bersama personel lainnya berusaha mengeluarkan 49 warga yang meminta untuk di evakuasi melalui jalur darat.

Saat perjalanan, mereka sempat diguyur hujan. Bahkan warga harus menggunakan tali sling untuk melewati jembatan yang terputus akibat bencana banjir dan longsor.

Sertu Rahmat Agus mengatakan jika proses evakuasi di mulai dari Desa Lambanan dengan menggunakan perlengkapan seadanya. Kemudian mengevakuasi warga Desa Buntu Sarrek dan kemudian menjemput warga Desa Kadunddung.

“Kita melakukan evakuasi jalur darat. Dimana ada 49 warga dari Tiga Desa yakni Buntu Sarrek, Lambanan dan Kadunddung,” katanya, Selasa (07/05/24). kepada awak media.

Dia menjelaskan jika selama perjalanan mereka bersama warga lainnya saling bahu-membahu untuk melewati longsoran yang menutupi badan jalan.

“Saat menyebrangi sungai mereka harus menggunakan tali sling dan digotong satu persatu akibat jembatan penghubung antara desa terputus yang berada di Desa Kadunddung,” jelasnya.

warga Kecamatan Latimojong di Evakuasi dengan berjalan kaki hingga puluhan kilometer.

“Tiba di posko Saronda, warga kemudian diantar menggunakan mobil ke posko induk untuk mengecek kondisi kesehatannya usai berjalan kaki sejauh 30 kilometer,” sambungnya.

Dia mengatakan bahwa dari 49 warga dari 3 desa yang di evakuasi itu terdapat lansia dan Anak-anak.

“Warga yang di Evakuasi ini ada yang lansia dan anak-anak,” katanya.

Risno, warga Desa Buntu Sarrek menjelaskan akibat tanah longsor yang terjadi membuat desanya tidak lagi dalam kondisi aman dan bisa mengancam warga setempat.

“Pasca banjir dan longsor, kondisi di wialyah kami mengancam keselamatan warga, makanya kami keluar jalan kaki,” jelasnya.

“Untuk itu, kita berharap pemerintah bisa lebih memfokuskan evakuasi terhadap warga yang terdampak di Kecamatan Latimojong,” harapnya.

Setelah berhasil dievakuasi, warga tersebut kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan di posko induk tanggap darurat Sulsel. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *