DaerahPendidikan

978 Santri Ikuti Khotmul Qur’an Metode Ummi, Pemkab Luwu Dorong Pendidikan Karakter Anak

×

978 Santri Ikuti Khotmul Qur’an Metode Ummi, Pemkab Luwu Dorong Pendidikan Karakter Anak

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi Kabupaten Luwu yang berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu.

Kabarpublic.com – Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Khotmul Qur’an Gabungan Metode Ummi Kabupaten Luwu yang berlangsung di Ruang Pola Andi Kambo, Kantor Bupati Luwu, Ahad (7/6/2026).

Kegiatan yang menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pembentukan karakter generasi muda.

Penjabat Sekretaris Daerah menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, mulai dari meningkatnya angka perceraian, kekerasan terhadap anak, hingga kenakalan remaja.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menghadapi persoalan ini. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, lembaga pendidikan, dan tokoh agama untuk bersama-sama mencari solusi,” ujarnya.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak usia dini, terutama pada masa emas perkembangan anak.

Pembinaan yang kuat pada rentang usia 0 hingga 9 tahun dinilai sangat menentukan kualitas generasi masa depan.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi berbagai kelompok generasi, mulai dari Baby Boomer, Generasi X, Generasi Z, hingga Generasi Alpha, yang tumbuh dengan karakter dan lingkungan berbeda, khususnya di era digital yang berkembang sangat cepat.

Baca juga:  Bupati Patahudding Resmi Tutup Wara Cup II, CTI Tembo’e FC Jadi Kampiun

Berdasarkan berbagai data, Generasi Z disebut sebagai kelompok yang paling rentan terpapar berbagai persoalan sosial, sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan lebih intensif dari keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Anak-anak sekarang hidup dalam dunia yang berbeda dengan masa kita. Informasi masuk setiap saat melalui telepon genggam. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi, membimbing, dan memastikan anak-anak memperoleh nilai-nilai yang baik,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, karena keluarga tetap menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan akhlak anak.

Dirinya menyebut Khotmul Qur’an Metode Ummi sebagai salah satu langkah strategis dalam membangun generasi yang berakhlak mulia, berkarakter kuat, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.

Bahkan, ia meyakini bahwa jika program pembinaan Al-Qur’an seperti ini dapat diperluas hingga menjangkau seluruh desa di Kabupaten Luwu, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.

Baca juga:  Pemkab Luwu Raih Penghargaan BKKBN di HARGANAS ke-32, Bukti Komitmen Turunkan Stunting

“Kalau kegiatan seperti ini hadir di setiap desa, saya yakin Kabupaten Luwu akan lebih cepat maju. Kita ingin melahirkan generasi yang kuat, bertanggung jawab, dan memiliki akhlak Qurani,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia melaporkan bahwa implementasi Metode Ummi di Kabupaten Luwu mulai berjalan sejak Oktober 2022 sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an yang terstandar, sistematis, dan berkelanjutan.

Saat ini terdapat delapan lembaga yang telah menerapkan Metode Ummi, yaitu Rumah Qur’an Thoriqul Jannah, Rumah Qur’an Telaga Surga, Rumah Qur’an Tahfidz Al Hijrah Lanipa, TPQ Al Fatih Malewong, TPQ Al Jawahir Kamanre, Rumah Qur’an Hamdalah Pabburinti Belopa, Rumah Qur’an Cahaya Ilmu, dan CIS.

Secara keseluruhan, sebanyak 978 santri dan siswa mengikuti pembelajaran Al-Qur’an menggunakan Metode Ummi di Kabupaten Luwu.

Program ini juga didukung oleh 40 guru bersertifikasi dan dua trainer aktif yang melakukan pembinaan, supervisi, serta pendampingan secara berkelanjutan.

Baca juga:  Polemik Hibah Lahan 74 Hektar untuk Batalyon TNI 872 Masuk Agenda Komisi C DPRD Sulsel

Ketua panitia berharap kegiatan Khotmul Qur’an Gabungan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas bacaan, hafalan, dan pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta maupun orang tua santri.

Selain menjadi ajang syiar Al-Qur’an, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat dalam membangun generasi Qurani yang siap menghadapi tantangan zaman.

Pemerintah Kabupaten Luwu berharap pembinaan Al-Qur’an melalui Metode Ummi dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan, sehingga melahirkan generasi Qurani yang menjadi kebanggaan agama, bangsa, dan daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu, Pokja I Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, para kepala desa, manajemen Metode Ummi Makassar, trainer, tokoh agama, orang tua santri, serta para ustaz dan ustazah pembina Al-Qur’an dari berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Luwu. (**)