NewsPilihan Editor

Lamban Tangani Konflik, PP PPGT Minta Kapolres Palopo Dievaluasi

×

Lamban Tangani Konflik, PP PPGT Minta Kapolres Palopo Dievaluasi

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum PP PPGT, Malvin

Kabarpublic.com – Pengurus Pusat Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PP PPGT) mendesak Kapolda Sulawesi Selatan untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolres Palopo.

Desakan ini disampaikan menyusul penilaian bahwa penanganan kasus penyerangan yang berdampak pada rumah ibadah di Kelurahan Lebang, Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo, berjalan lamban.

Konflik antar-kelompok warga di Kelurahan Lebang disebut telah berlangsung lama.

Kondisi tersebut bahkan berdampak pada kerusakan fasilitas ibadah, termasuk Gedung Gereja Toraja Jemaat Lappo yang menjadi sasaran penyerangan.

Baca juga:  Terlibat Narkoba, Oknum Polisi dan Seorang Wanita di Palopo Ditangkap

Ketua Umum PP PPGT, Malvin, menyampaikan sejumlah sikap organisasi terkait peristiwa tersebut. Ia menilai, rumah ibadah seharusnya menjadi ruang yang dilindungi dan tidak boleh terdampak konflik sosial yang berlarut-larut.

Pertama, PP PPGT mengecam keras penyerangan terhadap Gedung Gereja Toraja Jemaat Lappo dan menyayangkan peristiwa tersebut yang dinilai mencederai nilai toleransi.

Kedua, PP PPGT mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Polres Palopo untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat dalam rangkaian konflik tersebut.

Baca juga:  Ketua TP-PKK Luwu Hj. Kurniah Patahudding Launching Rumah Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman

Lambannya penanganan dinilai berpotensi memicu bentrokan berulang yang merugikan masyarakat.

Ketiga, PP PPGT mengimbau masyarakat, khususnya pemuda dan warga di Kelurahan Lebang, agar tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menahan diri dari tindakan yang dapat memperkeruh situasi.

Organisasi ini juga mengingatkan agar konflik tidak diseret ke isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

“Konflik di Lebang ini sudah berlangsung lama dan rumah ibadah ikut menjadi korban. Kami meminta Kapolda Sulsel turun tangan mengevaluasi Kapolres Palopo. Jika tidak ada langkah tegas dan cepat, kami khawatir situasi ini dapat mencederai toleransi dan keamanan di Kota Palopo,” ujar Malvin. (**)

Baca juga:  Pria Asal Makassar Ditangkap Gegara Curi Rantai Sling, Korban Alami Kerugian Rp 20 Juta