Kabarpublic.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan enam arah kebijakan strategis nasional dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rakornas tersebut dihadiri sebanyak 4.011 peserta yang terdiri atas pimpinan kementerian dan lembaga negara, serta kepala daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia.
Dalam forum strategis tersebut, Presiden Prabowo menegaskan visi besar pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan berdaya saing, dengan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik.
“Indonesia harus kuat. Indonesia harus indah. Rakyat kita harus bahagia. Kita mau menjadi negara maju modern, di mana seluruh rakyat kita mengalami kualitas hidup yang baik,” tegas Presiden Prabowo Subianto.
Rakornas ini juga dihadiri Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Wakil Menteri Agama Romo H.R. Muhammad Syafi’i serta jajaran Pejabat Eselon I Kementerian Agama.
Kehadiran Kementerian Agama menjadi bagian dari upaya menyelaraskan langkah strategis kementerian dengan visi dan arah pembangunan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.
Presiden Prabowo menjelaskan enam kebijakan strategis nasional yang menjadi fokus pemerintah pada 2026 dan tahun-tahun mendatang.
Keenam kebijakan tersebut meliputi ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi nasional, pembangunan berbasis wilayah dan lingkungan, pengentasan kemiskinan, serta penguatan politik luar negeri.
Pada sektor ketahanan pangan dan energi, pemerintah menargetkan swasembada pangan melalui peningkatan produksi dan cadangan pangan nasional, serta swasembada energi dengan mengoptimalkan sumber energi dalam negeri dan mempercepat transisi menuju kemandirian energi.
Untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, Presiden menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan target 82,9 juta penerima pada 2026, Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya deteksi dini dan penguatan layanan kesehatan daerah, serta penguatan sektor pendidikan melalui Sekolah Rakyat bagi anak dari keluarga miskin dan digitalisasi pembelajaran menggunakan papan tulis interaktif.
Di bidang penguatan ekonomi, pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi lokal, percepatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta pertumbuhan ekonomi inklusif melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan UMKM.
Sementara itu, pembangunan berbasis wilayah dan lingkungan diwujudkan melalui pembentukan 1.100 Kampung Nelayan Merah Putih untuk mendukung swasembada protein laut, serta pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Program ini mencakup pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota dengan total investasi hampir 3,5 miliar dolar AS, serta penanganan sampah nasional secara terpadu.
Presiden Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui integrasi bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di bidang politik luar negeri, Indonesia akan tetap menjalankan politik bebas aktif dengan memperkuat kerja sama perdagangan dan keamanan di tingkat global.
Melalui Rakornas ini, Presiden berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan kebijakan strategis nasional secara efektif dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.(**)







