NewsPilihan Editor

Penyerangan Rumah Ibadah, PPGT Palopo Desak Pelaku Segera Ditangkap

×

Penyerangan Rumah Ibadah, PPGT Palopo Desak Pelaku Segera Ditangkap

Sebarkan artikel ini
Brian Adams Ketua PPGT Klasis Kota Palopo.

Kabarpublic.com – Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT) Klasis Kota Palopo mengecam keras dugaan penyerangan terhadap rumah ibadah yang terjadi dan diduga berkaitan dengan konflik antarwilayah.

Organisasi kepemudaan gereja tersebut menilai tindakan tersebut tidak hanya merupakan tindak kriminal, tetapi juga berpotensi mengganggu kerukunan umat beragama dan stabilitas keamanan masyarakat.

Dalam pernyataan sikapnya, PPGT Klasis Kota Palopo menegaskan bahwa rumah ibadah tidak boleh menjadi sasaran pelampiasan amarah, kebencian, maupun aksi balas dendam, apa pun latar belakang konflik yang terjadi.

“Rumah ibadah merupakan simbol perdamaian dan tempat bagi umat untuk menjalankan keyakinannya. Karena itu, segala bentuk intimidasi, perusakan, maupun penyerangan terhadap gereja atau rumah ibadah lainnya tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun,” demikian pernyataan Brian Adams Ketua PPGT Klasis Kota Palopo.

Baca juga:  Bangun Ekonomi Berkelanjutan, PC GP Ansor Palopo Bentuk Koperasi Pemuda

Menurut mereka, konflik yang terjadi di luar konteks kehidupan beragama seharusnya tidak menyeret tempat-tempat ibadah menjadi sasaran tindakan kekerasan.

Rumah ibadah merupakan tempat suci yang digunakan umat beragama untuk berdoa, beribadah, dan mencari kedamaian sehingga harus dihormati dan dilindungi oleh semua pihak.

PPGT Klasis Kota Palopo juga menilai bahwa penyerangan terhadap rumah ibadah merupakan tindakan yang melanggar hukum, mencederai nilai-nilai toleransi, serta mengancam keharmonisan sosial yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.

“Tindakan semacam ini bukan hanya tindak pidana yang harus diproses secara hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap stabilitas keamanan dan kerukunan masyarakat. Jika dibiarkan tanpa penegakan hukum yang tegas, maka dapat memicu ketakutan, keresahan, dan potensi konflik yang lebih luas,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga:  Palopo Terima Bus Sekolah Rakyat, Perkuat Layanan Transportasi Gratis bagi Pelajar

Sehubungan dengan itu, PPGT Klasis Kota Palopo mendesak Polres Palopo untuk segera mengambil langkah cepat, tegas, dan transparan dalam mengusut tuntas kasus tersebut.

Mereka meminta aparat kepolisian untuk segera mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat, mengungkap motif serta pihak-pihak yang diduga menjadi provokator, memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta menjamin keamanan rumah-rumah ibadah dan masyarakat.

Selain itu, PPGT juga meminta kepolisian menyampaikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum.

Baca juga:  Kebocoran Pipa Transmisi, Layanan Air Bersih di Kota Palopo Terganggu

PPGT Klasis Kota Palopo menegaskan kepercayaannya bahwa negara hadir untuk melindungi seluruh warga negara tanpa membedakan agama, suku, maupun golongan.

Oleh karena itu, mereka berharap aparat penegak hukum dapat bertindak profesional dan memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

Organisasi tersebut juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi, serta terus merawat semangat persaudaraan dan toleransi demi menjaga kedamaian dan kerukunan di Kota Palopo dan wilayah sekitarnya. (**)