Kabarpublic.com – Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar rapat laporan percepatan peningkatan Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di ruang lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu (22/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palopo Haryanjas Pasang Kamase, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muhammad Rudi, serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Luwu.
Haryanjas menjelaskan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan program strategis nasional yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan serta mencegah munculnya kemiskinan baru.
Ia menyebutkan, target Universal Coverage Jamsostek ditetapkan sebesar 43,92 persen hingga 2029, yang mencakup perlindungan bagi pekerja formal maupun informal, termasuk kelompok rentan dan miskin ekstrem.
“Perlindungan yang diberikan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua, hingga jaminan pensiun,” jelasnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 75.665 pekerja atau 43,70 persen telah terlindungi.
Sementara itu, 97.483 pekerja atau 56,3 persen lainnya masih belum mendapatkan perlindungan. Selain itu, tercatat 1.543 badan usaha telah terdaftar sebagai peserta.
Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan cakupan kepesertaan.
“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau BPJS, tetapi tanggung jawab bersama agar seluruh masyarakat dapat tercover,” ujarnya.
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi, menegaskan bahwa peningkatan kepesertaan harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut optimalisasi APBD, dana desa, serta kontribusi CSR perusahaan menjadi langkah strategis, dengan prioritas perlindungan bagi masyarakat desil 1 hingga desil 3. (**)







