HeadlineNewsPilihan Editor

Tim SAR Gabungan Temukan Serpihan Pesawat di Wilayah SulSel

8
×

Tim SAR Gabungan Temukan Serpihan Pesawat di Wilayah SulSel

Sebarkan artikel ini
Serpihan Pesawat ATR 400 yang dilaporkan mengalami lost contact. (Tangkapan Layar)

Kabarpublic.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan sejumlah serpihan pesawat dalam operasi pencarian pesawat yang sebelumnya dilaporkan mengalami lost contact di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data pergerakan di lapangan, pada pukul 07.46 WITA, tim SAR menemukan serpihan berupa bagian jendela (window) pesawat berukuran kecil di koordinat 04°55’48” LS – 119°44’52” BT.

Selang beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 07.49 WITA, tim kembali menemukan bagian badan pesawat berukuran besar di sekitar area tersebut.

Perkembangan signifikan kembali terjadi pada pukul 07.52 WITA, ketika tim memperoleh informasi bahwa bagian pintu pesawat dalam kondisi terbuka. Selain itu, bagian ekor pesawat juga ditemukan berada di sebelah selatan lereng bawah lokasi kejadian.

Baca juga:  Penemuan Kerangka Manusia di Palopo, Dua Keluarga Mengaku Kehilangan Keluarganya

Seiring dengan temuan tersebut, pergerakan unsur SAR terus disesuaikan dengan situasi di lapangan, termasuk pergeseran Search and Rescue Unit (SRU) menuju titik-titik prioritas.

Pada pukul 08.02 WITA, serpihan besar kembali terpantau oleh SRU aju melalui pemantauan udara menggunakan Helikopter Caracal.

Kemudian pada pukul 08.11 WITA, tim aju melaporkan kebutuhan tambahan berupa peralatan mountaineering atau climbing untuk menjangkau lokasi kejadian yang memiliki medan terjal dan sulit diakses.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa penemuan serpihan pesawat tersebut menjadi petunjuk penting dalam operasi SAR yang sedang berlangsung.

Baca juga:  Bupati Luwu Buka Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Inflasi Daerah

“Penemuan serpihan pesawat ini menjadi clue penting dalam mempersempit area pencarian. Tim SAR gabungan saat ini fokus pada pengamanan lokasi, pendataan temuan, serta penyesuaian taktik operasi sesuai dengan kondisi medan di lapangan,” ujar Arif.

Ia menambahkan, kondisi medan di lokasi kejadian cukup menantang sehingga membutuhkan dukungan peralatan khusus.

“Beberapa titik berada di area lereng dan membutuhkan peralatan mountaineering. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan operasi ini,” tegasnya.

Baca juga:  Terbukti Dukung Paslon, Bawaslu Luwu Timur Pecat Anggota Panwascam

Operasi SAR ini melibatkan unsur Basarnas Makassar, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, serta didukung oleh masyarakat setempat.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung, dan perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara resmi sesuai hasil di lapangan. (**)