Terkendala Kabut, Dua Kali Penyaluran Bantuan ke Latimojong Luwu Gagal Tersalurkan

Daerah, Headline, News117 Dilihat

LUWU, KABARPUCLIC.COM – Bantuan untuk warga yang terisolir akibat longsor di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu belum tersalurkan.

Hal itu dikarenakan kondisi cuaca di wilayah tersebut dalam keadaan kabut. Sehingga penyalurannya akan dilanjutkan Minggu 5 Mei 2024 besok.

Diketahui, Dua helikopter TNI Angkatan Udara (AU) dan Polri yang membawa bantuan untuk 3.000 warga, Namun gagal mendarat setelah melakukan penrcobaan dua kali.

Penjabat (Pj) Bupati Luwu, Muh Saleh mengatakan, dua heli tersebut gagal mendarat lantaran kondisi di wilayah tersebut berkabut.

“Tidak bisa mendarat dikarenakan banyak kabut, sudah 2 kali balik tapi tetap tidak bisa,” katanya.

Dia mengatakan jalur udara menjadi satu-satunya akses untuk membawa bantuan ke Kecamatan Latimojong.

Hal ini karena adanya longsor di beberapa titik serta jembatan penghubung di Desa Kadundung terputus.

“Memang harus lewat udara. Karena kalau lewat darat tidak bisa, ada beberapa titik longsor kemudian jembatan di Desa Kadundung terputus,” ucapnya.

Dia berharap bantuan segera bisa tersampaikan dikarenakan kebutuhan bahan pokok di wilayah terisolir semakin menipis.

“Besok kita coba lagi, semoga bisa segera sampai bantuannya. Karena dari laporan kami terima kebutuhan pokok warga di sana semakin menipis,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video warga tengah menunggu bantuan yang disalurkan menggunakan helikopter beredar di media sosial.

Namun karna kondisi cuaca berkabut, sehingga helikoter yang membawa bantuan tidak bisa mendarat.

Baim salah satu warga Desa Tibussan saat dikonfimasi mengatakan jika saat ini akses jalan lumpuh total.

“Akses terputus untuk 12 desa se Kecamatan Latimojong. Tidak bisa ditempuh kendaraan bahkan roda 2. Untuk berjalan kaki saja harus membuat jalur lewat perkebunan dan hutan,” katanya, sabtu 4 Apilr 2024.

Dia juga mengatakan jika kondisi cuaca di Latimojong dalam kondisi kurang baik dalam 5 hari terakhir hingga hari ini.

Sehingga atas peristiwa banjir dan longsor ini membuat warga harus mengungsi di tempat yang aman dari bahaya dampak longsor susulan.

“Hampir setiap desa yang terdampak bencana longsor dan banjir mengungsi. karena ada beberapa titik longsor diatas, Namun belum bisa di pastikan jumlah titik longsornya,” ungkapnya.

Dia mengatakan jika hingga saat ini daerah desa Tibussan belum tersentu bantuan pasca bencana longsor.

“Belum ada sama sekali bantuan masuk di desa Tibussan Kecamatan Latimojong, karna terputusnya akses transfortasi darat akibat Longsor sepanjang desa saronda sampai Latimojong. Sehingga mengakibatkan 12 desa se-Kecamatan Latimojong terisolir,” ucapnya.

Bantuan kepada warga terpaksa disalurkan lewat udara, sebab akses penghubung antar 12 Desa di Kecamatan Latomojong terputus, sehingga menghambat penyaluran bantuan logistik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *