NewsPilihan Editor

Pria 50 Tahun Tewas Terjatuh dari Jembatan Gantung di Palopo

×

Pria 50 Tahun Tewas Terjatuh dari Jembatan Gantung di Palopo

Sebarkan artikel ini
Kondisi Jembatan gantung di Kota Palopo,

Kabarpublic.com – Seorang pria bernama Marwan (50) meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (10/2/2026).

Korban diduga terjatuh akibat kayu lantai jembatan yang patah saat dilintasi.

Insiden nahas tersebut terjadi di Jembatan Pajalesang, Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara, sekitar pukul 18.40 Wita.

Lurah Pajalesang, Irwan, mengatakan kecelakaan diduga kuat terjadi karena kondisi lantai jembatan yang sudah rapuh dan tidak layak digunakan.

“Kecelakaan diduga kuat terjadi akibat kondisi lantai jembatan yang telah rapuh dan tidak layak lagi digunakan,” kata Irwan dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Baca juga:  Titik Banjir di Sulsel Bertambah, Basarnas Makassar Kerahkan Tim Evakuasi

Ia menjelaskan, korban merupakan warga Kelurahan Dangerakko, yang merupakan wilayah tetangga Pajalesang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban hendak menuju penggilingan beras miliknya.

“Menurut informasi dia mau ke penggilingan berasnya, katanya mau ambil beras. Pakai mobil lewat Pajalesang makanya menyeberang jalan kaki,” jelasnya.

Namun di tengah perjalanan, kayu alas jembatan tiba-tiba patah sehingga korban terjatuh dari ketinggian sekitar enam meter.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.

Baca juga:  Bocah 8 Tahun Korban Banjir Bandang Luwu Ditemukan Tim Sar Gabungan

Irwan menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut sebenarnya telah ditutup untuk umum. Namun, masih terdapat akses yang memungkinkan masyarakat tetap melintas.

“Perlu kami tegaskan bahwa jembatan gantung tersebut telah ditutup untuk umum, namun terdapat akses yang memungkinkan masyarakat melintas,” tegasnya.

Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mega Buana untuk dilakukan visum.

Irwan menambahkan, pihaknya telah merekomendasikan kepada Camat Wara agar segera dilakukan penutupan total terhadap jembatan tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang.

Baca juga:  FGD KPU Luwu, Bahas Evaluasi Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024

“Kepada Camat Wara kami telah merekomendasikan dan memohon dengan sangat agar segera dilakukan tindakan darurat berupa penutupan akses secara total tanpa pengecualian,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta adanya pengamanan lokasi secara ketat, pemasangan rambu peringatan dan pembatas permanen, serta penanganan teknis segera oleh instansi berwenang.

“Serta meminta pengamanan lokasi secara ketat, pemasangan rambu peringatan dan pembatas permanen serta penanganan teknis segera oleh instansi berwenang,” pungkasnya. ***