Nasional

Menag Nasaruddin Umar: Keluarga Fondasi Utama Bangun Masyarakat dan Negara

×

Menag Nasaruddin Umar: Keluarga Fondasi Utama Bangun Masyarakat dan Negara

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar

Kabarpublic.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat dan negara yang kuat.

Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Natal Nasional 2025 bertema “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Metropolitan” yang digelar di Jakarta.

Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian Perayaan Natal Nasional 2025. Dalam pemaparannya, Menag menyampaikan bahwa ajaran agama secara tegas menempatkan keluarga sebagai inti kehidupan sosial.

Ia menilai, baik dalam Al-Qur’an maupun Alkitab, pembahasan tentang keluarga jauh lebih dominan dibandingkan pembahasan tentang negara.

“Norma-norma tentang keluarga jauh lebih banyak dibahas dalam kitab suci dibandingkan norma tentang negara. Tidak mungkin ada negara yang ideal jika masyarakatnya berantakan, dan tidak mungkin ada masyarakat yang ideal jika keluarganya rapuh,” ujar Menag Jakarta, Sabtu (3/1/2026).

Baca juga:  Pesan Natal Menag: Keluarga Tangguh Fondasi Gereja Kuat dan Bangsa Rukun

Menag menjelaskan bahwa keluarga tidak hanya dimaknai sebagai relasi biologis antara ayah, ibu, dan anak, tetapi juga memiliki dimensi spiritual, sosial, dan intelektual.

Menurutnya, konsep keluarga dalam ajaran agama memperkenalkan hubungan orang tua dan anak secara biologis sekaligus spiritual.

“Anak itu bukan hanya anak biologis, tetapi juga anak spiritual, anak sosial, dan anak intelektual. Karena itu, bagi siapa pun yang belum berkeluarga atau tidak memiliki anak biologis, jangan merasa kehilangan peran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menag mengingatkan bahwa salah satu tantangan besar masyarakat saat ini adalah meningkatnya angka perceraian, khususnya di wilayah perkotaan.

Dampak perceraian, kata dia, tidak hanya dirasakan oleh pasangan suami istri, tetapi juga memunculkan berbagai persoalan sosial baru.

“Perceraian sering melahirkan kelompok miskin baru, terutama perempuan dan anak-anak. Banyak persoalan sosial, termasuk penyalahgunaan narkoba, berakar dari keluarga yang tidak utuh secara emosional,” ungkap Menag.

Baca juga:  Menteri Agama Sampaikan Pesan untuk IAKN Toraja dalam Kuliah Umum

Ia menekankan pentingnya membangun ikatan emosional dalam keluarga, baik dalam keluarga biologis maupun keluarga spiritual.

Menurut Menag, dukungan finansial semata tidak cukup tanpa kedekatan dan perhatian yang berkesinambungan.

“Kita sering membiayai, memberi beasiswa, tetapi lupa membangun ikatan emosional. Padahal hubungan batin itulah yang menjaga ketahanan keluarga dan membentuk karakter generasi muda,” tegasnya.

Menag juga menyoroti kesamaan nilai-nilai luhur antaragama, khususnya antara Islam dan Kristen.

Ia mengajak seluruh umat beragama untuk tidak mempertentangkan perbedaan, melainkan memperkuat persamaan demi menjaga kerukunan.

“Agama tidak pernah mengajarkan kebencian. Semakin dalam kita memahami kitab suci, semakin banyak persamaan yang kita temukan,” ujarnya.

Menag turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah putus asa ketika menghadapi ujian dalam rumah tangga. Menurutnya, banyak tokoh besar dalam sejarah agama yang lahir dari keluarga dengan tantangan berat, termasuk dari keluarga orang tua tunggal.

Baca juga:  Badan Sering Pegal Ketika Kerja Seharian? Lakukan Hal Ini!

“Ujian dalam keluarga adalah bagian dari proses pendewasaan. Setiap ujian selalu disertai peluang untuk naik kelas dalam kehidupan,” katanya.

Seminar Natal Nasional 2025 ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan James T. Riady, serta dihadiri Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait, pimpinan kementerian dan lembaga, serta tokoh masyarakat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menuju Perayaan Natal Nasional 2025 yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Januari 2026. (**)