Daerah

Luwu Dorong Hilirisasi Kakao, DKUP Gelar Pelatihan Pengolahan untuk Tingkatkan Nilai Tambah

135
×

Luwu Dorong Hilirisasi Kakao, DKUP Gelar Pelatihan Pengolahan untuk Tingkatkan Nilai Tambah

Sebarkan artikel ini
Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUP) menggelar Pelatihan Pengolahan Biji Kakao

Kabarpublic.com – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (DKUP) menggelar Pelatihan Pengolahan Biji Kakao di Aula Hotel Belia, Kota Belopa, Jumat (28/11/2025).

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Kepala DKUP Luwu, Rahimullah, SE., MM., dan dihadiri pengurus TP-PKK Kabupaten Luwu, tokoh masyarakat, serta kelompok tani peserta pelatihan.

Dalam sambutannya, Rahimullah menegaskan bahwa penguatan sektor agribisnis merupakan bagian dari visi pembangunan daerah “Luwu Unggul, Berkarakter dan Berbasis Agribisnis.”

Menurutnya, kakao sebagai salah satu komoditas unggulan Luwu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, tidak hanya sebagai hasil perkebunan mentah, tetapi juga sebagai produk bernilai tambah tinggi.

Baca juga:  Kesal Istrinya Diintip, Pria di Lutra Nekat Aniaya Tetangganya

“Tantangan kita bukan lagi sekadar memproduksi kakao, tetapi bagaimana meningkatkan kualitas dan nilai tambahnya. Pengolahan yang baik, mulai dari fermentasi, pengeringan, hingga teknik pengolahan lanjutan sangat menentukan kualitas akhir produk dan daya saing di pasar nasional bahkan internasional,” ujar Rahimullah.

Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap kapasitas petani dan pelaku UMKM semakin meningkat, termasuk etos kerja, kedisiplinan, serta kemampuan berinovasi dalam hilirisasi kakao.

Rahimullah juga mengajak peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum perubahan.

Baca juga:  Langgar Kode Etik dan Terlibat Narkoba, Anggota Polres Luwu Dipecat Tidak Hormat

“Serap ilmu sebanyak mungkin, praktikkan, dan kembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pasar. Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen memberikan pendampingan, program pemberdayaan, fasilitas, dan kebijakan yang mendukung pengembangan agribisnis kakao,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Syahrir, menjelaskan bahwa pelatihan bertujuan memberi pengetahuan dan keterampilan terkait pengolahan biji kakao sesuai standar mutu dan keamanan pangan.

Kegiatan ini diikuti 20 peserta dari kelompok tani dan pelaku usaha pengolahan kakao.

Baca juga:  Ketua Tim Saifuddin Kasim Paparkan Program Pata-Dhevy Terkait Pemberdaayaan

“Pelatihan ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi bagaimana menghasilkan biji kakao berkualitas tinggi dan memiliki nilai tambah, sehingga mampu bersaing di pasar,” tutupnya. (**)