NewsPilihan Editor

Lansia 70 Tahun Tersesat di Selayar, Basarnas Turunkan Dua SRU

×

Lansia 70 Tahun Tersesat di Selayar, Basarnas Turunkan Dua SRU

Sebarkan artikel ini
Pencarian hari kedua terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan tersesat di kawasan hutan Kebun Alasa,

Kabarpublic.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kembali melanjutkan operasi pencarian hari kedua terhadap seorang warga lanjut usia yang dilaporkan tersesat di kawasan hutan Kebun Alasa, Desa Tanete, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Korban diketahui bernama Abd. Wahab (70). Ia dilaporkan belum kembali sejak berangkat berjalan kaki pada Sabtu (25/1) sekitar pukul 07.30 WITA untuk mengunjungi rumah keluarganya di Dusun Unjuruyya, Desa Tanete.

Informasi terakhir menyebutkan korban sempat terlihat oleh warga pada Minggu siang di area Kebun Alasa. Namun, kejadian tersebut baru dilaporkan kepada pihak Basarnas Makassar pada Rabu (28/1/2026).

Baca juga:  Update Korban Kapal Yuiee Jaya II: 1 Ditemukan, 19 Dalam Pencarian Tim Sar

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan bahwa pada hari kedua operasi SAR, tim gabungan kembali diterjunkan dengan strategi penyisiran terarah.

“Hari ini kami melanjutkan operasi SAR dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Penyisiran dilakukan di sisi kiri dan kanan jalur setapak yang diduga dilalui korban, masing-masing sejauh lima kilometer, menggunakan teknik ESAR,” ujar Muhammad Arif Anwar, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, operasi pencarian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Selayar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Selayar, Polsek Bontomatene, serta dukungan masyarakat setempat.

Baca juga:  Kapal Jolloro Tenggelam di Perairan Samalona, 4 Penumpang Selamat Dievakuasi

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Namun demikian, kami juga menyiapkan langkah evakuasi dan penanganan medis apabila korban ditemukan membutuhkan perawatan, serta prosedur darurat apabila terjadi kondisi emergency pada personel di lapangan,” jelasnya.

Basarnas Makassar turut mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban agar segera melapor kepada tim SAR terdekat guna mempercepat proses pencarian. (**)