Nasional

Menkeu Tegaskan Optimisme Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

7
×

Menkeu Tegaskan Optimisme Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Acara Semangat Awal Tahun 2026.

Kabarpublic.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan optimisme pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Acara Semangat Awal Tahun 2026 bertema “440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Menuju Pertumbuhan Berkualitas” yang digelar di kantor IDN HQ, Selasa (14/1/2026).

Dalam sesi tanya jawab, Menkeu memaparkan bahwa langkah-langkah awal yang diambil pemerintah sejak akhir 2025 terbukti mampu membalikkan tren perlambatan ekonomi.

Menurutnya, perlambatan tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan politik apabila tidak segera direspons dengan kebijakan yang tepat.

Baca juga:  153 Mahasiswa Lolos Seleksi Penerima Beasiswa Zakat Indonesia 2025

“Kalau kita lihat Agustus–September turun ke level yang rendah sekali. Kita tahu kalau tidak dibalik, stabilitas sosial dan politik akan terganggu. Karena itu, ekonomi harus segera dibalik agar stabilitas terjaga,” ungkap Menkeu.

Menkeu menjelaskan, percepatan belanja negara dan perbaikan iklim investasi menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas pada awal 2026.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan pemerintah adalah pembentukan satuan tugas (satgas) percepatan dan debottlenecking guna mengatasi hambatan investasi serta mendorong penguatan sektor riil.

Baca juga:  UU P2APBN 2023 Disahkan, Menkeu: Bentuk Pertanggungjawaban dan Akuntabilitas Pemerintah

“Jadi kita akan mendorong pertumbuhan sektor riil. Stabilitas dan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kita ciptakan. Dan kalau mereka butuh subsidi atau insentif, kita akan pertimbangkan sesuai dengan keadaan. Ke depan, moneter akan jalan, fiskal jalan, dan private sector jalan,” jelasnya.

Meski demikian, Menkeu mengakui bahwa efektivitas kebijakan sempat tertahan akibat kurang sinkronnya respons kebijakan moneter.

Namun, ia memastikan koordinasi antara pemerintah dan Bank Sentral kini telah diperkuat dan mencapai titik temu untuk menjaga keseimbangan likuiditas di pasar.

Baca juga:  Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4% pada 2026, Sri Mulyani: Langkah Awal Menuju Optimisme 8%

“Kami diskusi lagi dengan Bank Sentral, sekarang sudah dapat titik tengah, bagaimana cara memperbaiki sistem ini dengan baik agar fiskal dan moneter lebih sinkron,” tukas Menkeu.

Acara tersebut menjadi ruang dialog strategis terkait penguatan arah kebijakan ekonomi nasional guna mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat koordinasi kebijakan, serta memastikan berbagai langkah perbaikan struktural dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan dunia usaha. (**)