Kabarpublic.com – Kementerian Agama Kabupaten Luwu menggelar kegiatan ramah tamah dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80.
Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kemenag Luwu, Sabtu (03/01/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh serta pemangku kepentingan di Kabupaten Luwu.
Sekda Luwu menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kementerian Agama yang dinilainya tetap enerjik dan produktif meski sebagian telah memasuki masa purna bakti.
Menurutnya, semangat pengabdian tersebut merupakan keberkahan dari konsistensi dalam membina dan menanamkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
“Di usia pengabdian yang panjang, justru semangat para ASN Kementerian Agama semakin luar biasa. Ini mungkin keberkahan karena selama ini konsisten membina dan menanamkan nilai-nilai agama di tengah masyarakat,” ujarnya.
Sekda juga menyinggung perjalanan panjang Kementerian Agama yang kini telah memasuki usia 80 tahun.
Ia menilai Kemenag telah menorehkan berbagai capaian penting, khususnya dalam dua tahun terakhir melalui transformasi kelembagaan struktural, seperti pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren serta pemisahan urusan keagamaan dengan penyelenggaraan haji.
Lebih lanjut, Sekda Luwu mengapresiasi citra positif Kementerian Agama di mata publik.
Ia menyebutkan, kesederhanaan pimpinan Kemenag berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat mencapai 86 persen, dan ini patut kita syukuri,” ungkapnya.
Namun demikian, Sekda juga mengungkapkan sejumlah tantangan serius yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya tingginya persoalan sosial seperti pernikahan usia dini, perceraian, serta kasus-kasus asusila yang melibatkan usia muda.
Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama.
Ia juga menyoroti masih banyaknya pasangan yang hidup bersama tanpa pengesahan negara.
Untuk itu, Sekda mendorong percepatan legalisasi pernikahan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama guna memberikan kepastian hukum, terutama bagi anak dan tertib administrasi kependudukan.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Luwu berkomitmen melakukan sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah.
Program ini akan dilaksanakan secara gratis, dengan biaya pengukuran ditanggung oleh pemerintah daerah, guna menghindari potensi persoalan hukum di masa mendatang.
Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh insan Kementerian Agama untuk terus beradaptasi dengan tantangan digitalisasi informasi.
Ia menekankan pentingnya peran Kemenag dalam menghadirkan informasi keagamaan yang benar, menyejukkan, dan mendidik di tengah maraknya hoaks.
Sementara itu, Ketua Panitia HAB ke-80 Kemenag Luwu, H. A. Aqil Nas, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan HAB telah dimulai sejak Desember 2025 dengan pelaksanaan pekan olahraga dan seni (Porseni) antar ASN Kemenag dan siswa madrasah se-Kabupaten Luwu.
Para juara Porseni tersebut direncanakan akan mewakili Kabupaten Luwu pada ajang tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar di Kabupaten Bone pada 6 Februari mendatang.
Pada kesempatan tersebut, ASN senior Kementerian Agama Kabupaten Luwu yang memasuki masa purna bakti turut menyampaikan pesan dan kesan, di antaranya H. Armin, mantan Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, serta Drs. H. Jufri, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu.
Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Drs. H. Muh. Rudi, M.Si, Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Ketua MUI Kabupaten Luwu H. Nasaruddin Bin A, para Kepala KUA se-Kabupaten Luwu, serta para Kepala RA dan Madrasah tingkat MI, MTs, dan MA. (**)







